Buka konten ini

Undangan khusus dari Kerajaan Johor pada 13–16 Oktober lalu menjadi pengalaman berharga bagi jurnalis dari Batam. Selama empat hari, bersama Ketua Himpunan Pengusaha Tani Indonesia (HIPTI) Kepri, Surya Wijaya, rombongan menelusuri langsung kesiapan Johor menjelang soft launching Visit Johor 2026 yang mengusung tema “Mehlah Johor” atau “Ayo ke Johor”.
PROGRAM ini bukan sekadar perjalanan wisata biasa, melainkan kesempatan melihat dari dekat strategi besar Kerajaan Johor untuk mencapai target ambisius: mendatangkan 12 juta wisatawan mancanegara pada 2026.
“Selama empat hari, kami melihat sendiri bagaimana Johor menyiapkan diri dengan serius. Mereka bekerja fokus pada tiga pilar utama, yakni accessibility, amenity, dan attraction,” ujar Surya Wijaya, yang juga Founder ASPABRI.
Menikmati Kuliner dan Atraksi di Jantung Johor Bahru
Perjalanan dimulai dari pusat Kota Johor Bahru. Suasana kota yang bersih dan tertata rapi langsung terasa begitu rombongan tiba. Hari pertama diisi dengan menikmati kuliner khas Johor yang menggugah selera—mulai dari nasi briyani gam, laksa Johor, hingga roti canai di kedai-kedai tradisional.
Setelah makan siang, rombongan mengunjungi Mini Zoo Johor Bahru, taman satwa edukatif yang menampung beragam hewan jinak dan langka. Di sini, wisatawan bisa berinteraksi langsung dengan satwa sambil menikmati suasana rindang di tengah kota.
Sore harinya, rombongan melanjutkan perjalanan ke Stadion Sultan Ibrahim, markas megah klub Johor Darul Ta’zim (JDT). Bangunan megah dengan desain modern ini menjadi ikon kebanggaan warga Johor. Melalui Hammer Tour, para jurnalis diajak berkeliling ruang ganti pemain, area museum JDT, hingga tribun utama yang menampung puluhan ribu penonton.
“Stadion ini bukan sekadar arena olahraga, tapi juga destinasi wisata. Mereka mengemasnya dengan konsep tur edukatif yang menarik,” kata Surya.
Jelajah Wisata Alam dan Mewah di Desaru Coast
Hari kedua, rombongan bergerak ke arah timur menuju Desaru Coast, kawasan wisata premium yang ditempuh sekitar dua jam perjalanan dari Johor Bahru. Sepanjang jalan, pemandangan hijau perkebunan dan jalan tol yang mulus menunjukkan kesiapan infrastruktur yang matang.
Tiba di Desaru, rombongan disambut suasana pantai yang memesona. Di Pantai Banyu Balau, ombak lembut menyapu pasir putih yang landai. Kawasan ini menjadi favorit wisatawan lokal dan mancanegara untuk bersantai sambil menikmati panorama Laut China Selatan.
Tak jauh dari pantai, kunjungan berlanjut ke beberapa hotel dan resor mewah di kawasan Desaru Coast yang dikelola dengan standar internasional. Rombongan juga diajak meninjau lapangan golf bertaraf dunia yang hijau dan terawat.
Masih di kawasan Desaru, peserta tur mengunjungi Fam Fruit Farm, perkebunan buah tropis yang menawarkan wisata edukasi. Di sini, pengunjung bisa memetik langsung buah segar seperti nanas, jambu, dan pepaya dari pohonnya.
Menjelang sore, perjalanan berlanjut ke Snow City, atraksi salju buatan yang memberikan sensasi dingin di tengah tropisnya Johor. Anak-anak dan wisatawan dari berbagai negara tampak antusias menikmati permainan salju dan wahana es di dalam ruangan raksasa.
Hari kedua ditutup dengan kunjungan ke Sireh Park, taman hijau yang luas dan menjadi pusat konservasi tanaman tropis. Pemandangan bukit, danau kecil, serta taman bunga warna-warni menambah kesan tenang menjelang senja.
Menyusuri Keindahan Pulau-Pulau di Mersing
Hari ketiga menjadi puncak petualangan. Pagi-pagi, rombongan berangkat dari Puteri Harbour menuju kawasan Mersing, yang berjarak sekitar 2,5 jam perjalanan darat. Jalanan mulus dan pemandangan desa pesisir membuat perjalanan terasa singkat.
Setibanya di Mersing, rombongan langsung bersiap untuk island hopping—menjelajahi tiga pulau eksotis: Bayu Lestari Resort, Batu Batu Island, dan Rawa Island.
Pulau pertama, Bayu Lestari Resort, menonjolkan konsep ramah lingkungan. Bangunannya didominasi material kayu alami, dengan panorama laut biru di depan mata. Di sini, wisatawan dapat menikmati ketenangan dan suasana tropis yang menenangkan.
Selanjutnya di Batu Batu Island, rombongan disuguhi pemandangan bawah laut yang memukau. Airnya sejernih kaca, dengan hamparan terumbu karang dan ikan warna-warni. Pulau ini menjadi lokasi favorit untuk snorkeling dan konservasi laut.
Pulau terakhir, Rawa Island, menjadi penutup perjalanan yang tak terlupakan. Pasirnya putih sehalus tepung, air lautnya biru kehijauan, dan langitnya bersih tanpa polusi. Dari dermaga kayu, panorama laut terbentang luas, seakan mengajak siapa pun untuk kembali lagi.
Menurut Surya, pengalaman tiga hari itu memberikan banyak pelajaran berharga. Johor tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga disiplin dalam penataan, keamanan, dan pelayanan wisatawan.
“Mereka menunjukkan bahwa untuk mewujudkan mimpi besar, tidak perlu tidur panjang. Cukup kerja bersama, fokus, dan disiplin,” ujarnya.
Ia menegaskan, Kepri sebenarnya memiliki potensi wisata yang jauh lebih kaya. Namun tanpa kolaborasi dan fokus pada tiga hal utama—aksesibilitas, fasilitas, dan atraksi—keindahan itu akan sulit berkembang maksimal.
“Bangga dengan alam kita yang indah, tapi jangan biarkan keindahan itu hilang tanpa ada yang melihat. Mari jadikan Pesona Indonesia benar-benar Wonderful Indonesia di mata dunia,” tutup Surya. (***)
Reporter : Yashinta
Editor : RYAN AGUNG