Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Penilaian lembaga riset Celios terhadap kinerja satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menuai sorotan. Hasil riset yang memberi nilai minor pada kinerja pemerintah itu dipertanyakan oleh Direktur Eksekutif Evident Institute, Rinatania Anggraeni Fajriani.
Menurut Rinatania, laporan Celios tersebut sebaiknya dipublikasikan secara lengkap dan transparan agar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
“Sekarang ini semua orang bisa saja membuat laporan dalam bentuk PDF, diberi grafik dan skor, lalu menyebutnya sebagai hasil evaluasi ilmiah. Padahal, tidak semua yang terlihat ilmiah itu benar-benar ilmiah,” ujarnya, Selasa (21/10).
Kandidat doktor dari Universitas Copenhagen itu mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dalam membaca data, terutama yang berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan politik.
“Di tengah masyarakat dengan mayoritas berpendidikan menengah, opini yang dikemas dengan bahasa ilmiah sering dianggap sebagai fakta sahih. Padahal, untuk mengevaluasi kebijakan yang serius, ada standar akademik yang harus dipenuhi,” tegasnya.
Ia juga menilai riset Celios tidak menampilkan metodologi penelitian secara utuh, sehingga menimbulkan keraguan terhadap validitas hasilnya. “Lembaga-lembaga internasional seperti OECD, Bank Dunia, Freedom House, hingga UNDP selalu menekankan pentingnya keterbukaan metodologi dalam setiap riset. Tanpa itu, sulit bagi publik untuk menilai keabsahan hasil kajian,” kata Rinatania.
Rinatania menegaskan, riset dan evaluasi kebijakan publik harus berdiri di atas kaidah ilmiah yang terukur dan transparan, bukan sekadar opini yang dikemas menyerupai analisis akademis. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO