Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Malam puncak perayaan Hari Jadi ke-5 Museum Batam Raja Ali Haji berlangsung meriah di Alun-alun Engku Putri, Batam Center, Minggu (19/10) malam. Momen ini bertepatan dengan Hari Museum Nasional dan menjadi penutup dari rangkaian kegiatan yang diisi dengan berbagai lomba serta pertunjukan seni budaya.
Acara dibuka dengan penampilan musik tradisional Melayu oleh grup Malaykustik, yang membawakan sejumlah lagu populer seperti Empat Dara, Joget Tanjung Katong, Zapin Madah Pusaka, Dikenang Jangan Disebut Jangan, Tualang Tiga, dan Nurlela. “Kami senang bisa tampil pada momen istimewa ini,” ujar Rafiyadi, salah satu personel Malaykustik.
Penampilan dilanjutkan dengan Tari Persembahan oleh Sanggar Titah Tuan Ku yang memukau para tamu undangan.
Kepala UPTD Museum Batam Raja Ali Haji, Senny Thirtywani, dalam laporannya menyampaikan sejumlah capaian penting selama 2025. “Jumlah koleksi yang telah terdaftar dalam sistem registrasi nasional mencapai 79 item. Sementara jumlah pengunjung dari Januari hingga September 2025 tercatat sebanyak 5.407 orang,” ujarnya.
Dalam rangkaian perayaan, museum juga menggelar Lomba Fotografi dan Lomba Interpretasi Gurindam 12, serta bazar dan hiburan rakyat. Lomba fotografi yang berlangsung pada 17–19 Oktober diikuti 23 peserta, dengan Zya F, Tegar F.W., dan Gugatin_GA keluar sebagai tiga terbaik. Adapun, Lomba Interpretasi Gurindam 12 diikuti 10 peserta, dan dimenangkan oleh Deni Kuswara, Stevany, serta Johanesdeak.
Pihak museum juga tengah menyiapkan mini theater sebagai sarana pembelajaran sejarah yang lebih interaktif. “Mini theater ini akan menjadi ruang edukatif yang menampilkan film dokumenter sejarah Batam dan kebudayaan Melayu, agar masyarakat dapat belajar dengan cara yang lebih menarik,” tambah Senny.
Pada malam puncak, museum meluncurkan koleksi terbaru berupa Seragam Dinas (PDU) Wali Kota Batam Administratif Pertama, Ir. H. R. Usman Draman; tombak bilah lalang; lembing bilah pandan; dan tempayan.
Koleksi senjata dan tempayan tersebut merupakan milik Raja Alip, yang diserahkan secara simbolik kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata.
Sementara Seragam Wali Kota Batam Pertama diserahkan oleh Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, Yang Mulia Dato’ Wira Setia Utama Raja Haji Muhammad Amin, kepada Heriman HK, Asisten Administrasi Umum, yang hadir mewakili Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan perayaan ini. Semoga Museum Batam terus berkembang dalam upaya pelestarian sejarah, khususnya sejarah Melayu,” ujar Heriman.
Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, menambahkan, museum bukan hanya tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga ruang untuk membangun kesadaran dan kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya daerah.
“Melalui perayaan ini, kami ingin mengajak masyarakat Batam, terutama generasi muda, untuk lebih mengenal dan mencintai sejarah kotanya sendiri,” kata Ardiwinata.
Sebagai penutup, dilakukan prosesi adat pemotongan Nasi Besar, tradisi yang sarat makna tentang rasa syukur, penghormatan, dan kebersamaan masyarakat Melayu. Nasi kuning yang disajikan di atas dulang bertingkat menjadi lambang kemuliaan dan kebesaran adat yang terus dijaga sebagai warisan budaya tak benda masyarakat Batam. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : RATNA IRTATIK