Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Sejak diluncurkan pada 3 Februari lalu, lebih dari 43 juta warga telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program tersebut menjadi langkah awal untuk memotret kondisi kesehatan nasional.
Misalnya dalam deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes. “Ini bisa mencegah penyakit secara dini supaya biaya pengobatan lebih murah,” ujar Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna di Jakarta, Senin (20/10).
Namun, program ini juga memunculkan pekerjaan rumah baru bagi pemerintah. Banyak warga yang diketahui memiliki masalah kesehatan, tetapi belum semuanya mendapat tindak lanjut pengobatan.
“Sebagian rakyat kita punya masalah di gigi. Artinya sekarang kita harus menghasilkan dokter gigi yang cukup banyak,” kata Prabowo.
Terpisah, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyebut, hasil skrining CKG memperlihatkan meningkatnya kasus hipertensi dan diabetes.
“Selama ini hipertensi yang kita diagnosis sekitar 18,5 juta orang. Dengan CKG, estimasi 42 juta akan terdeteksi,” ujarnya.
Nadia menekankan, deteksi dini hanyalah langkah awal. Tantangan berikutnya adalah pengendalian dan kesinambungan pengobatan agar tidak menambah beban pembiayaan BPJS Kesehatan.
Tindak Lanjut Hasil CKG
Untuk menindaklanjuti hasil CKG, BPJS Kesehatan memperkuat Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Program itu dirancang bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menderita penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes agar tetap produktif dan hidup berkualitas.
“Pada 2024 terdapat 20,5 juta peserta JKN terdiagnosis hipertensi dan 7,4 juta peserta terdiagnosis diabetes melitus. Pembiayaan pelayanan kesehatan dua penyakit ini mencapai Rp30,5 triliun, termasuk penanganan penyakit penyerta seperti stroke, gagal ginjal, dan jantung,” ujar Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Lily Kresnowati.
Hingga Agustus, 4,8 juta peserta telah aktif mengikuti Prolanis (program pengelolaan penyakit kronis) dari BPJS Kesehatan. Dari jumlah itu, 3,3 juta penderita hipertensi dan 2,1 juta penderita diabetes. BPJS memperluas akses layanan melalui konsultasi langsung maupun telekonsultasi, pelayanan obat bulanan, serta edukasi dan aktivitas fisik lewat Klub Prolanis.
Peserta juga mendapatkan pemeriksaan rutin tekanan darah, gula darah, HbA1C, kolesterol, hingga fungsi ginjal.
“Kami berharap peserta dengan penyakit kronis dapat tetap hidup berkualitas dengan tata laksana yang tepat,” ujar Lily. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO