Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Bisnis kuliner milik Epy Kusnandar dan Karina Ranau yang terletak di bilangan Pasar Minggu Jakarta Selatan mengalami kejadian tak menyenangkan menjadi korban pemalakan oleh preman. Padahal, usaha tersebut baru berdiri belum lama dan belum ada keuntungan didapat dari usaha tersebut.
Tak terima bisnisnya kerap dipalak preman, Karina Ranau dengan berani menghadapi preman untuk tujuan melayangkan protes. Dia meminta bisnisnya tidak diganggu karena dampaknya besar untuk kelangsungan bisnis.
”Caranya yang sopan dong! Kita capek. Kita di sini bayar, kita sewa, pakai tenaga,” protes Karina Ranau dalam video diunggah di akun Instagram @karinaranau9.
Dia memiliki bukti preman kerap datang mengganggu tempat usahanya berupa video rekaman CCTV. Karina Ranau tidak bisa membendung emosinya akibat ulah preman yang hanya mengejar kepentingan diri sendiri.
”Jangan mentang-mentang preman. Sini hadapi saya,” kata Karina Ranau emosional.
Karina Ranau bahkan sampai menangis gara-gara tidak terima tempat usahanya kerap diganggu preman. ”Kita di sini bukan numpang bayar, kita capek,” katanya.
Netizen ikut geram mengetahui tempat usaha Epy Kusnandar dan Karina Ranau dipalak preman. Mereka pun me-mention akun Instagram kepolisian agar bertindak tegas dalam memberantas premanisme.
”Pak polisi @divisihumaspolri @poldametrojaya @polresjakartaselatan2025 apakah diperbolehkan premanisme meminta jatah ke UMKM?,” komentar salah satu netizen.
”@divisihumaspolri, sepertinya ada preman yang meresahkan dan mengganggu orang yang lagi cari nafkah, tolong bantu tindak,” timpal yang lainnya.
”Sabar Teh, ujian untuk naik level. Insya Allah berkah.” (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY