Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Meski wilayahnya tergolong kecil dan lalu lintasnya tidak padat, angka kecelakaan di Kabupaten Kepulauan Anambas ternyata masih cukup tinggi. Sepanjang Januari hingga September 2025, Kepolisian Resor (Polres) Anambas mencatat 16 kasus kecelakaan lalu lintas yang seluruhnya melibatkan pengendara sepeda motor.
Kasat Lantas Polres Anambas, Iptu Zulfikar, menyebutkan jumlah tersebut cukup banyak untuk wilayah kepulauan seperti Anambas. “Untuk daerah seperti kita ini, 16 kasus laka lantas tergolong tinggi,” ujarnya kepada Batam Pos, Senin (20/10).
Zulfikar menjelaskan, sebagian besar kecelakaan disebabkan oleh kelalaian pengendara sendiri. Faktor dominan meliputi tidak tertib berkendara, melanggar aturan lalu lintas, hingga mengemudi dalam pengaruh alkohol.
“Banyak yang tidak memakai helm, tidak punya SIM, atau bahkan berkendara dalam keadaan mabuk. Ini sangat berbahaya, bukan hanya bagi diri sendiri, tapi juga pengguna jalan lain,” tegasnya.
Meski demikian, Zulfikar bersyukur belum ada korban jiwa dalam rentang waktu tersebut. “Alhamdulillah sejauh ini tidak ada korban meninggal dunia. Kebanyakan hanya luka ringan dan luka berat,” katanya.
Ia menekankan, keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Kedisiplinan dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama untuk menekan angka kecelakaan di Anambas. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyepelekan aturan lalu lintas. Gunakan helm, patuhi rambu, jangan ngebut di jalan sempit, dan jangan sekali-kali berkendara dalam kondisi mabuk,” pesan Zulfikar.
Sebagai upaya meningkatkan kesadaran keselamatan, Satlantas Polres Anambas bersama Pemerintah Daerah membagikan 70 unit helm gratis kepada pengendara motor di depan Masjid Agung Baitul Ma’mur, Tarempa, Senin (20/10).
Menurut Zulfikar, kegiatan ini bukan sekadar pembagian helm, tetapi juga bentuk edukasi agar masyarakat lebih sadar pentingnya keselamatan di jalan. “Kami ingin masyarakat terbiasa memakai helm. Ini bukan soal gaya, tapi perlindungan kepala dari risiko fatal,” ujarnya.
Ia memastikan kegiatan edukatif dan persuasif seperti ini akan terus digencarkan. “Lebih baik mencegah kecelakaan daripada menyesal di kemudian hari. Keselamatan itu bukan pilihan, tapi kewajiban,” pungkasnya. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO