Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hariqo Wibawa Satria menyebut Presiden Prabowo mengalokasikan anggaran besar untuk revitalisasi sekolah. Sebanyak 16 ribu sekolah akan direvitalisasi hingga akhir tahun ini.
Ia sekaligus membantah anggapan yang menyebut Presiden Prabowo Subianto hanya fokus pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), ketimbang memperbaiki sekolah rusak.
”Pemerintahan Presiden Prabowo itu menganggarkan Rp16,9 triliun untuk revitalisasi sekolah untuk tahun 2025. Sekarang perbaikan sekolah ini sedang berjalan dan di Desember 2025 nanti diharapkan 16 ribu lebih sekolah sudah direvitalisasi,” ujarnya saat mengunjungi redaksi Jawa Pos Media di Jakarta, Senin (20/10).
Untuk tahun 2026, pemerintah bahkan menambah anggaran menjadi Rp 22,5 triliun yang akan difokuskan untuk revitalisasi sekolah hingga madrasah.
Hariqo menegaskan, program perbaikan sekolah yang dijalankan pemerintahan Prabowo Gibran ini merupakan yang terbesar sepanjang era reformasi.
”Harus kami katakan bahwasanya selama era reformasi, inilah perbaikan sekolah yang terbesar sepanjang era reformasi,” tegas Hariqo.
Menjawab pertanyaan mengenai sebaran revitalisasi, Hariqo memastikan bahwa program perbaikan infrastruktur pendidikan dilakukan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
Revitalisasi ini mencakup berbagai fasilitas penting. Mulai dari toilet, ruang kelas, hingga area bermain anak, yang menurutnya berpengaruh besar terhadap kenyamanan dan kesehatan siswa di sekolah.
”Itu detailnya nanti dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Jadi selalu ada, eh mohon maaf, revitalisasi sekolah ini dikerjakan oleh Kemdikdasmen. Ini dengan swadaya,” katanya.
Tak hanya pembangunan fisik. Pemerintah juga akan melengkapi sekolah dengan smart TV atau interactive flat panel (IFP) alias smartboard.
Dengan fasilitas itu, diharapkan dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar melalui pembelajaran interaktif.
”Itu kita menyebutnya IFP. Itu akan dibagikan ke 288 ribu sekolah. Nah ini sekarang dalam proses pembagian. Jadi anak-anak akan belajar lebih ceria, lebih bahagia dengan program ini,” jelasnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : Muhammad Nur