Buka konten ini

ROMA (BP) – Pemuncak klasemen (capolista) Serie A dipastikan berganti dalam giornata ketujuh pekan ini. Peraih scudetto musim lalu SSC Napoli kehilangan takhta setelah kalah 0-1 di kandang Torino FC, Stadio Olimpico Grande Torino, kemarin (19/10). Inter Milan naik ke puncak selang dua jam kemudian berkat kemenangan 1-0 atas AS Roma di Stadio Olimpico.
Inter memiliki poin sama (15 poin, 5 kali menang dan 2 kali kalah) dengan Napoli dan AS Roma. Akan tetapi, Nerazzurri – sebutan Inter – unggul diferensiasi gol (surplus 10 gol) dibanding Partenopei – sebutan Napoli (surplus 5 gol) maupun Giallorossi –julukan AS Roma – dengan surplus 4 gol.
AC Milan bisa meraih 16 poin dan menduduki capolista seandainya menang atas ACF Fiorentina di Stadio San Siro dini hari tadi (20/10). Meski begitu, capolista masih tetap milik klub Kota Milan. Itu sekaligus membuat capolista Serie A seperti roller coaster karena telah terjadi empat kali pergantian (oleh empat klub) hanya dalam tujuh giornata awal.
”Ini (capolista) hasil yang tidak diperkirakan karena setelah jeda internasional, para pemain masih belum dalam kondisi fisik prima dan kami meraih kemenangan atas AS Roma dengan perjuangan luar biasa para pemain,” beber Cristian Chivu, allenatore Inter, kepada Sky Sport Italia.
Pujian Gasperini untuk Chivu
Kemenangan Inter merupakan kemenangan adu taktik Chivu atas allenatore AS Roma Gian Piero Gasperini yang pernah jadi mentornya di Nerazzurri. Skema 3-5-2 yang diusung Chivu lebih efektif ketimbang 3-4-2-1 besutan Gasperini, khususnya dalam bertahan.
Gasperini pun mengakui Chivu sebagai allenatore pelatih berpotensi. ”Aku selalu mengaguminya sebagai pemain dan pribadi dan sekarang aku juga sangat menyukainya sebagai pelatih. Tidak mudah baginya untuk menggantikan Si-mone Inzaghi, tetapi dia melakukannya dengan ide-ide yang jelas. Dia pantas mendapatkan banyak pujian,” bebernya kepada La Gazzetta dello Sport.
Pahlawan kemenangan Inter adalah striker baru Ange-Yoan Bonny. Striker 21 tahun asal Prancis itu telah jadi idola baru bagi fans Inter. Angelo, sapaan akrabnya di ruang ganti Inter, mampu menggantikan peran Marcus Thuram dengan mencetak dua gol dan tiga umpan gol dalam dua laga terakhir Inter di Serie A.
Dengan statistik 3 gol dan 3 umpan gol dalam 227 menit musim ini, tidak ada pemain di Serie A Inter yang lebih baik statistiknya ketimbang Bonny. ”Aku masih belajar dan hanya ingin terlibat lebih banyak dalam tim,” ucap striker yang musim lalu mencetak 6 gol dari 37 kali penampilan dalam debut Serie A bersama Parma Calcio itu kepada SempreInter.
Sementara itu, gol penentu kekalahan Napoli terasa menyesakkan karena dicetak oleh Giovanni Simeone pada menit ke-32. Gio – sapaan akrabnya – notabene striker pinjaman dari Napoli. Putra pelatih Atletico Madrid Diego Simeone itu terpinggirkan di Partenopei setelah allenatore Antonio Conte mendatangkan Lorenzo Lucca (Udinese) lalu Rasmus Hojlund (Manchester United). Keduanya datang dengan pinjaman.
Gio bukan hanya tidak mera-yakan golnya, melainkan juga beberapa kali terlihat menunjukkan gestur minta maaf. ”Pertandingan ini sangat istimewa bagiku secara emosional. Aku senang bisa mencetak gol pertamaku di stadion ini (Olimpico Grande Torino) dan berbuah kemenangan,” unggah Gio di akun media sosialnya.
Kekalahan oleh Torino sekaligus memperpanjang catatan buruk Conte di hadapan Marco Baroni, allenatore Torino. The Godfather – julukan Conte – tidak pernah menang dalam lima kali pertemuan atau tiga kali seri dan dua kali kalah. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG