Buka konten ini

LONDON (BP) – Arsenal sebelum jeda internasional dan setelah jeda internasional masih sama. Tetap sebagai pemuncak klasemen dan sukses mengakhiri laga dengan catatan nirbobol. Kedu-anya dilakukan dengan lawan sesama klub asal London.
Setelah kemenangan 2-0 atas West Ham United di Stadion Emirates (4/10), Arsenal mengungguli tuan rumah Fulham FC 1-0 di Craven Cottage, Minggu (19/10).
The Gunners, sebutan Arsenal, kembali menampilkan pertahanan solid dengan kuartet Jurrien Timber–William Saliba-Gabriel Magalhaes-Riccardo Calafiori di depan kiper David Raya. Ketika Arsenal kali terakhir kebobolan, menang 2-1 atas Newcastle United (29/9), posisi Saliba digantikan Cristhian Mosquera.
Bukan hanya membuat Raya tidak kebobolan, pertahanan Arsenal juga membuat tidak satu pun pemain The Cottagers – sebutan Fulham FC – mampu melepaskan tembakan tepat sasaran atau mengarah ke gawang. Hal yang sama seperti saat lawan West Ham.
Kali terakhir Arsenal mampu mencatat back-to-back seperti itu terjadi pada musim The Invincibles (tidak terkalahkan) mereka, 2003–2004. Bahkan, dari total 11 pertandingan Arsenal musim ini, hanya sekali mereka kebobolan dari open play.
”Kami tidak menyadari capaian itu meski aku tahu lawan kami memang tidak menghasilkan peluang besar,” kata tactician Arsenal Mikel Arteta kepada Football London.
Ketangguhan Arsenal makin disempurnakan dengan gol semata wayang ke gawang The Cottagers kemarin tercipta melalui jurus andalan mereka: sepak pojok. Pemain yang memberi umpan gol untuk sang pencetak gol, wide attacker Leandro Trossard, justru Gabriel setelah meneruskan sepak pojok Bukayo Saka. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG