Buka konten ini
BINTAN (BP) – Raut bahagia terpancar dari wajah ratusan pegawai honorer Kabupaten Bintan, Rabu (15/10) siang. Sebanyak 596 orang resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II, dalam prosesi pelantikan di aula Kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bentan, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan.
Dari ratusan nama yang dilantik, ada beberapa wajah yang tak asing di panggung politik lokal. Salah satunya Bayu Kuntadi, mantan kader partai politik yang kini memilih jalan pengabdian sebagai pelayan publik.
“Tiga tahun lalu saya mundur dari partai politik untuk bekerja sebagai honorer di Dinas Lingkungan Hidup,” tutur Bayu saat ditemui seusai pelantikan. Kini, ia menjabat sebagai mandor Satgas Kebersihan di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Bintan.
Bayu mengaku bersyukur akhirnya resmi diangkat sebagai PPPK. Meski belum tahu pasti berapa gaji yang akan diterima, ia memperkirakan sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta per bulan.
“Belum tahu pasti, tapi yang penting sudah resmi diangkat. Kawan-kawan sudah minta ditraktir pakai gaji pertama,” ucapnya sambil tertawa.
Kisah lain datang dari Syaifudin Zuhri (51), tenaga teknis di SDN 004 Gunung Kijang yang telah mengabdi sejak 2007. Selama 17 tahun menjadi honorer, ia pernah menerima upah hanya Rp100 ribu per bulan, sebelum meningkat menjadi Rp1,6 juta.
Kini, ia menyambut status barunya sebagai PPPK dengan penuh syukur. “Gaji pertama nanti buat kebutuhan rumah dan keluarga. Sedikit buat cucu juga,” katanya tersenyum.
Bupati Bintan Roby Kurniawan yang memimpin langsung pelantikan itu menyampaikan, pengangkatan PPPK kali ini juga diikuti oleh satu orang CPNS. Ia berpesan agar seluruh PPPK yang baru dilantik dapat bekerja dengan integritas dan semangat melayani masyarakat.
“Tunjukkan kinerja yang baik. Jadilah pelayan publik yang profesional dan berkomitmen,” ujar Roby.
Terkait adanya mantan pengurus partai politik di antara para PPPK, Roby membenarkan hal tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa yang bersangkutan telah mundur dari partai jauh sebelum pengangkatan.
“Benar, ada satu orang yang dulu pengurus partai, tapi sudah mengundurkan diri. Dia di Dinas Lingkungan Hidup,” jelasnya. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO