Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Laga melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Super League di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, menjadi tantangan tersendiri bagi Persija Jakarta. Apalagi, ini menjadi laga tandang ketiga beruntun bagi Macan Kemayoran.
Sebelumnya, Persija harus menelan dua kekalahan beruntun. Yaitu saat away ke kandang PSM Makassar (0-2) dan Borneo FC (1-3).
Pelatih Persija Mauricio Souza mengakui, Persebaya merupakan salah satu tim kuat yang konsisten tampil di papan atas.
“Mereka selalu bermain dengan baik di setiap pertandingannya. Tentunya kami harus selalu fokus karena mereka memiliki pertahanan yang bagus,” ujarnya saat diwawancarai di Persija Training Ground, Bojongsari, Kota Depok, kemarin (15/10).
Namun, lanjut Souza, jika para pemain mampu menerapkan rencana permainan dengan baik, peluang untuk membawa pulang poin penuh dari Kota Pahlawan tetap terbuka. “Jika tim bisa melakukan apa yang telah direncanakan melawan Persebaya ada kesempatan untuk meraih poin penuh,” tegasnya.
Pelatih asal Brasil itu juga menanggapi santai tekanan yang mengarah kepadanya setelah dua kekalahan beruntun.
“Tekanan merupakan bagian dari sepak bola. Di mana-mana pasti akan ada tekanan,” paparnya.
Menurutnya, tekanan sesungguhnya bukan di lapangan, melainkan dalam perjuangan hidup sehari-hari.
“Tekanan sebenarnya adalah bekerja keras setiap minggu hanya untuk memberi makan keluarga. Itu tekanan menurut saya,” pungkasnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO