Buka konten ini

BINTAN (BP) – Program pembentukan Koperasi Desa Kelurahan (KDK) Merah Putih di Kecamatan Seri Kuala Lobam belum sepenuhnya berjalan mulus. Dari lima koperasi yang terbentuk, baru satu yang benar-benar aktif beroperasi.
Camat Seri Kuala Lobam, Nona Yani M Abas Manupassa, mengatakan koperasi yang sudah aktif berada di Desa Kuala Sempang. Sementara itu, koperasi di Desa Busung mulai bergerak, namun masih memerlukan sejumlah pembenahan agar bisa beroperasi optimal.
“Dari lima koperasi Merah Putih di kecamatan kami, baru satu yang aktif. Sisanya masih dalam tahap penataan,” ujarnya usai rapat koordinasi koperasi desa kelurahan Merah Putih di Kantor Camat Seri Kuala Lobam, Rabu (15/10).
Nona menjelaskan, sejumlah kendala menjadi penyebab belum aktifnya koperasi, diantaranya kurangnya pendampingan dan pelatihan bagi pengurus, masalah permodalan, serta ketidakpastian arah usaha yang akan dijalankan.
“Banyak pengurus koperasi yang masih bingung menentukan jenis usaha apa yang akan digarap,” katanya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM dijadwalkan akan memberikan pendampingan langsung, yang dikoordinasikan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Sementara itu, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Bintan juga akan menggelar pelatihan khusus bagi para pengurus koperasi.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kinerja koperasi, terutama dalam hal manajemen usaha dan strategi mendapatkan akses permodalan ke perbankan.
“Dengan pelatihan dan pendampingan, kami berharap pengurus koperasi bisa lebih siap menjalankan usahanya dan mampu mengakses sumber pembiayaan,” ujar Nona.
Ke depan, koperasi desa kelurahan Merah Putih juga diharapkan dapat menjadi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mendukung program makan bergizi gratis, serta menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di kawasan Bintan Industrial Estate (BIE) Lobam.
“Koperasi Merah Putih diharapkan benar-benar bisa memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat sekitar,” pungkasnya. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO