Buka konten ini

AZERBAIJAN (BP) – Mehriban Aliyeva bukan sekadar Ibu Negara Azerbaijan. Aliyeva pernah mencetak sejarah dengan menjabat wakil presiden pertama Azerbaijan pada 2017.
Jabatan tinggi yang dipercayakan langsung Presiden Ilham Aliyev, suaminya. Penunjukan itu terjadi pasca-referendum republik yang memungkinkan adanya posisi wakil presiden dalam struktur pemerintahan Azerbaijan.
Pengangkatan Aliyea bukan karena semata statusnya sebagai first lady. Wanita kelahiran Baku 61 tahun lalu itu telah memiliki rekam jejak panjang dalam pendidikan, budaya, politik, hingga diplomasi internasional.
Tahun 1995 menjadi awal kiprahnya dalam dunia sosial dan budaya dengan mendirikan yayasan amal Sahabat Budaya Azerbaijan. Pada 1996, dia mendirikan majalah ”Azerbaijan–Heritage” yang diterbitkan dalam tiga bahasa, yakni Azerbaijan, Inggris, dan Rusia. Misinya adalah memperkenalkan budaya Azerbaijan ke dunia internasional.
Sejak 2002, dia menjabat sebagai Presiden Federasi Senam Azerbaijan. Tangan dinginnya membuat Azerbaijan menjadi tuan rumah Piala Dunia Senam 2003 dan 2004, serta Kejuaraan Dunia Senam Ritmik 2005.
Atas peran aktifnya dalam pelestarian budaya dan musik rakyat Azerbaijan, UNESCO menganugerahinya gelar Duta Besar Muhibah pada 13 Agustus 2004. Pada tahun yang sama, dia terpilih sebagai anggota Komite Eksekutif Komite Olimpiade Nasional Azerbaijan (NOC) dan menjadi anggota Dewan Politik Partai Azerbaijan Baru.
Pada Mei 2007, dia menerima Penghargaan Golden Heart International, dan pada 2009, dianugerahi Penghargaan Heydar Aliyev atas kontribusinya dalam kehidupan politik dan budaya nasional. Masih pada tahun yang sama, dia masuk dalam nominasi penghargaan ”Wanita Hebat Abad ke-21”.
Penghargaan ini pernah diberikan kepada tokoh-tokoh dunia seperti Bunda Teresa, Ratu Elizabeth II, dan Hillary Clinton.
Pada 2010, Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova menganugerahinya Medali Mozart UNESCO atas kontribusinya dalam memperkuat dialog antarbudaya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO