Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Tagar #PatrickOut dan #KluivertOut trending di media sosial setelah timnas Indonesia tersingkir dalam persaingan menuju Piala Dunia usai menelan dua kali kekalahan di kualifikasi Grup B.
Lantas, bagaimana nasib Patrick Kluivert setelah ini? “Well, belum ada rencana. Kami perlu merenungkan apa yang telah kami lakukan, tetapi saya benar-benar tidak bisa memberikan jawaban itu. Saya tidak tahu. Saya sungguh tidak tahu apa yang akan terjadi,” beber Kluivert.
Menurutnya, dalam situasi seperti ini, masyarakat Indonesia tetap bisa bangga terhadap para pemain serta semua orang yang telah bekerja keras mewujudkan impian bersama.
“Bukan hanya impian saya, bukan hanya impian para pemain, tetapi impian semua orang,” ujar pelatih yang dikontrak PSSI hingga Januari 2027 itu.
Karena itu, dia mengakui bahwa situasi ini sangat sulit dihadapi oleh seluruh elemen tim. “Karena saya melihat dari dalam betapa kerasnya semua orang bekerja, dan setiap orang memiliki opini, tetapi mereka tidak tahu betapa kerasnya kami bekerja,” ucapnya.
Disinggung apakah skuad Garuda terlalu muda untuk tampil di Piala Dunia, mantan pelatih timnas Curacao itu menepisnya. Dia menilai para pemain telah menunjukkan kelas dan kematangan. “Tidak, mereka tidak terlalu muda. Mereka menunjukkan, cara mereka bermain fantastis,” ucapnya.
Menurutnya, Indonesia bisa bermain seperti ini melawan Arab Saudi (peringkat 59) dan Iraq (58), sementara Indonesia berada di posisi 119, maka situasinya sudah luar biasa. “Dan itu adalah kenyataan. Dan Anda bermain seperti ini dengan tim yang begitu beragam,” ujarnya.
“Sayangnya gol tidak tercipta. Anda menciptakan peluang, Anda memainkan sepak bola yang bagus. Namun, jika Anda ingin memenangkan pertandingan, Anda harus mencetak gol. Dan sayangnya itu tidak terjadi,” keluhnya.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, juga belum menentukan sikap terkait hasil buruk tersebut. “Terima kasih kepada suporter, pemain, dan ofisial atas perjuangan untuk bisa sampai Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026,” tulisnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Menpora itu menyinggung sejarah baru timnas Indonesia yang untuk pertama kalinya bisa lolos hingga ronde keempat kualifikasi. “Pertama kali dalam sejarah, Indonesia bisa sampai di titik sejauh ini. Kami memohon maaf, mimpi masuk ke Piala Dunia belum bisa kami wujudkan,” katanya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG