Buka konten ini

BATAM (BP) – Setelah satu dekade tak bergulir, Kejuaraan Sepak Bola Piala Bergilir Wali Kota Batam dan Piala Tetap Wakil Wali Kota Batam akhirnya resmi digelar kembali. Turnamen ini dibuka langsung oleh Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, di Temenggung Abdul Jamal, Minggu (12/10).
Amsakar menyebut, kebangkitan turnamen ini bukan sekadar agenda olahraga, melainkan juga upaya menghidupkan kembali semangat kompetisi dan sportivitas di tengah masyarakat Batam yang dikenal gemar sepak bola. “Alhamdulillah, turnamen ini sudah cukup lama tidak bergulir. Karena itu, di era kami, kami ingin menghidupkannya kembali,” kata Amsakar.
Ia menjelaskan, gagasan untuk menggelar kembali Piala Wali Kota dan Wakil Wali Kota ini berawal dari semangat bersama antara Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Askot PSSI Batam, dan DPRD Batam. Semua pihak memiliki pandangan yang sama: sepak bola harus kembali menjadi denyut kebersamaan masyarakat Batam.
“Saya berbahagia karena kepesertaannya cukup banyak. Ada 32 tim yang akan berkompetisi, klub-klub yang juga cukup andal,” ujar Amsakar.
Turnamen tahun ini diikuti klub-klub lokal dari berbagai kecamatan di Batam, bahkan beberapa dari institusi, dengan pertandingan perdana mempertemukan PS Batam melawan PS Tanjung Uma. Amsakar berpesan agar semua atlet menjunjung tinggi sportivitas di setiap laga.
“Karakter asli atlet itu sportif. Lebih baik kita berdarah-darah, berkeringat-keringat saat bertanding, daripada menyesal setelah kompetisi berakhir,” ujarnya.
Meski rivalitas di lapangan adalah hal wajar, namun setelah peluit panjang berbunyi, seluruh peserta harus tetap bersahabat. “Penting menjadi juara, tapi jauh lebih penting menjaga sportivitas,” tambahnya.
Amsakar berharap turnamen ini tidak berhenti sebagai ajang tahunan semata, melainkan bisa menjadi wadah pencarian bakat bagi pesepak bola muda Batam.
Ketua Askot PSSI Batam, Rival Pribadi, menyampaikan apre-siasinya atas dukungan penuh Pemko Batam. Ia menyebut turnamen ini menjadi momentum bersejarah karena telah lama dinantikan para penggemar sepak bola di Batam.
“Ajang sepak bola ini sudah 10 tahun lamanya vakum. Jadi, di masa kepemimpinan Pak Amsakar dan Bu Li Claudia Chandra inilah, baru bisa digelar kembali,” kata anggota DPRD Batam tersebut.
Ia menyebut, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Dari 32 klub yang terdaftar, sebenarnya ada lebih dari 100 klub yang ingin ikut berpartisipasi.
“Begitulah animo masyarakat Batam terhadap sepak bola yang telah lama vakum ini,” ujarnya. Rival pun berharap dukungan dari pemerintah agar kejuaraan ini dapat diselenggarakan secara berkelanjutan setiap tahun. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : RYAN AGUNG