Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan perlunya penataan ulang sistem parkir di Batam. Hal ini menyusul keterbatasan lahan yang semakin nyata di kota industri tersebut.
Menurut Amsakar, arah pengembangan Batam ke depan menuntut efisiensi pemanfaatan ruang, terutama untuk fasilitas publik seperti parkir.
“Teori besar tentang pengembangan Batam adalah lahan yang semakin terbatas dan harus dimanfaatkan secara efisien,” ujarnya, Selasa (7/10).
Ia menjelaskan, pola pembangunan Batam akan beralih dari horizontal ke vertikal. Artinya, tata ruang akan diarahkan untuk memaksimalkan penggunaan lahan melalui sistem bangunan bertingkat, termasuk dalam pengelolaan parkir.
“Masih ada sekitar 160 hektare lahan yang belum tersentuh. Kita harapkan, ketika lahan itu dikelola pelaku usaha, mereka bisa menyiapkan tata kelola parkir yang layak dan nyaman,” kata Amsakar.
Amsakar menegaskan, ranah pengelolaan parkir sejatinya berada di tangan pemilik lahan, kecuali untuk area publik seperti jalan umum. Karena itu, ia mendorong setiap pengembang dan pelaku usaha menyiapkan area parkir yang memadai di kawasan masing-masing.
“Ranah parkir ini sebenarnya ada di pemilik lahan, kecuali di jalan umum. Ke depan, pola seperti itu yang kita dorong karena lahan terbatas, sementara kebutuhan publik terus bertambah,” ujarnya.
Ia menilai, penataan parkir yang terintegrasi dan dikelola profesional bisa menjadi bagian dari strategi besar menata wajah Batam agar lebih modern dan efisien.
“Kita ingin ada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kenyamanan publik,” tambahnya.
Amsakar menuturkan, penataan parkir yang baik juga bisa mengurangi kemacetan di titik-titik rawan akibat parkir liar. Pemerintah, katanya, akan menyiapkan kebijakan yang mendukung pengelolaan parkir berbasis kawasan sekaligus memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.
“Dengan konsep efisiensi lahan dan tata kelola yang jelas, kita ingin menciptakan Batam yang lebih tertib, teratur, dan berdaya saing,” ujarnya. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : RATNA IRTATIK