Buka konten ini

NONGSA (BP) – Suasana halaman Markas Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) tampak lebih ceria dari biasanya, Rabu (8/10). Gelak tawa dan sorak riang anak-anak taman kanak-kanak terdengar bersahutan saat mereka berkunjung untuk belajar dan mengenal lebih dekat tugas-tugas polisi.
Kedatangan mereka disambut hangat oleh sejumlah personel polisi berseragam lengkap. Anak-anak pun tampak antusias melihat deretan kendaraan dinas, mulai dari mobil patroli, kendaraan taktis, hingga motor besar yang biasa digunakan dalam pengawalan. Tak sedikit dari mereka berebut berfoto sambil memberi hormat seperti layaknya seorang polisi cilik.
“Mereka dikenalkan dengan berbagai sarana dan prasarana kepolisian, seperti kendaraan patroli, kendaraan taktis, hingga peralatan pengendalian massa,” ujar Direktur Samapta Polda Kepri, Kombes Joko, usai kegiatan.
Ia menjelaskan, kunjungan edukatif ini merupakan bagian dari program Polisi Pelindung Anak (PPA) yang rutin digelar Direktorat Samapta Polda Kepri. Program tersebut berfokus pada penyuluhan dan sosialisasi mengenai tugas-tugas kepolisian, khususnya di bidang samapta.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menanamkan sejak dini pemahaman tentang peran polisi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Anak-anak juga diajak memahami pentingnya menjaga keamanan di lingkungan sekitar mereka,” tutur Joko.
Selain menerima kunjungan di markas, Dit Samapta Polda Kepri juga aktif mendatangi sekolah-sekolah di Batam. Materi yang diberikan beragam, mulai dari edukasi tentang aturan berlalu lintas, pencegahan kenakalan remaja seperti balap liar dan tawuran, hingga pengenalan peralatan pengendalian massa.
Sepanjang September 2025, tercatat sedikitnya 14 kegiatan penyuluhan telah dilakukan di berbagai sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMA/SMK. Di antaranya di SMPN 52 Batam, SDN 002 Batam Kota, SMA Harapan Utama, dan SMKN 11 Batam.
“Kami ingin generasi muda memahami bahwa keselamatan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab polisi, tapi juga seluruh masyarakat, termasuk pelajar,” jelasnya.
Joko menegaskan, program Polisi Pelindung Anak akan terus digelar secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kepri. “Kami berharap anak-anak semakin dekat dengan polisi. Tidak takut lagi, tapi justru melihat polisi sebagai sahabat yang siap melindungi,” tutupnya. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK