Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bekerja sama dengan Gerakan Masyarakat Madani (GMM) menggelar kegiatan Sosialisasi Kampung Pariwisata Madani, Rabu (8/10), di Pacific Palace Hotel, Batam.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kampung berkarakter madani, yakni kampung yang berdaya saing, berbudaya, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sosial serta kearifan lokal.
Dalam sambutannya, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa program Kampung Pariwisata Madani adalah upaya mengonversi nilai menjadi tindakan nyata di tingkat masyarakat.
“Kampung Pariwisata Madani ini adalah ide tentang bagaimana sistem nilai yang sudah terbangun itu dikonkretkan. Nilai-nilai madani bukan sekadar kata, tapi arah pembangunan yang menempatkan manusia sebagai pusatnya,” ujar Amsakar.
Menurutnya, pembangunan Batam tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pada pembentukan masyarakat yang berperadaban dan berkarakter.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh 21 Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang ada di Batam. Ada lima kampung yang ditetapkan sebagai pilot project Kampung Madani, yaitu Kampung Melayu, Kampung Tanjung Riau, Kampung Sekanak Raya, Kampung Tanjung Uma, dan Kampung Tanjung Sengkuang.
Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan untuk memperkuat identitas lokal setiap kampung wisata.
“Kita ingin setiap kampung di Batam memiliki kekhasan dan kekuatan lokal yang bisa menjadi daya tarik wisata sekaligus kebanggaan masyarakat,” katanya. Ia menambahkan, kegiatan ini akan berlanjut dalam bentuk program-program lain yang sejalan dengan visi Wali Kota untuk menjadikan Batam sebagai kota madani.
“Melalui kolaborasi dengan GMM dan Pokdarwis, kami ingin konsep madani benar-benar hadir dalam kehidupan warga, bukan hanya wacana tapi menjadi gaya hidup masyarakat Batam,” tutur Ardi.
Sementara itu, Ketua Harian GMM, Tengku Zulkifli AKA, menegaskan bahwa gerakan ini adalah bentuk sinergi antara masyarakat dan pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan kota dan nilai-nilai sosial.
“Gerakan Masyarakat Madani hadir untuk memastikan pembangunan di Batam berjalan seimbang antara kemajuan dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Kegiatan Sosialisasi Kampung Pariwisata Madani diharapkan menjadi pondasi penting bagi Batam dalam membangun identitas kultural dan memperkuat peran kampung sebagai pilar penggerak pariwisata berkelanjutan di daerah. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : RATNA IRTATIK