Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Jabatan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Kepulauan Anambas resmi berganti. Pergantian ini berlangsung di tengah proses penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan sodetan air senilai Rp10 miliar yang hingga kini belum rampung.
Serah terima jabatan (sertijab) dipimpin langsung oleh Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, pada Senin (6/10). Dalam upacara tersebut, Iptu Alfajri resmi menyerahkan tongkat komando Kasat Reskrim kepada penggantinya, AKP Bambang Sutmoko.
Kasus dugaan korupsi sodetan air menjadi sorotan publik karena proyek dengan nilai miliaran rupiah itu gagal terlaksana meski uang muka sudah dicairkan.
Berdasarkan hasil penyelidikan, kontraktor pelaksana, CV Tapak Anak Bintan (TAB), telah menerima uang muka sebesar Rp3 miliar atau sekitar 30 persen dari total nilai kontrak.
Penyidik sebelumnya telah mengeluarkan tiga Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dengan nama berbeda ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Anambas sejak April lalu.
Namun, hingga kini belum ada perkembangan lanjutan terkait penanganan kasus tersebut.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kasat Reskrim yang baru, AKP Bambang Sutmoko. Ia dihadapkan pada tanggung jawab besar untuk menuntaskan kasus yang dinilai cukup kompleks dan menjadi perhatian masyarakat luas.
Selain pergantian Kasat Reskrim, sejumlah posisi lain di lingkungan Polres Kepulauan Anambas juga turut mengalami rotasi. Jabatan Kabag SDM yang sebelumnya dipegang AKP Joko Setiosno kini dijabat oleh AKP SM Simanjuntak. Adapun posisi Kasat Narkoba diserahkan dari AKP SM Simanjuntak kepada Iptu Kristian.
Rotasi juga menyentuh jajaran Polsek. Kapolsek Palmatak yang sebelumnya dijabat Iptu Kristian kini digantikan oleh Iptu Ilhamidi, sementara posisi Kasat Sabhara yang sebelumnya dipegang Iptu Ilhamidi beralih kepada Iptu Raja Martogi Sitompul.
Dalam amanatnya, Kapolres Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri untuk memperkuat kinerja dan memperbarui semangat pengabdian.
“Mutasi jabatan adalah bagian dari dinamika Polri. Ini bukan sekadar pergantian posisi, tetapi momentum untuk menghadirkan semangat baru dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para pejabat yang baru segera beradaptasi dengan lingkungan tugas, menjaga integritas, dan mengedepankan pelayanan yang humanis.
“Kenali wilayah, pahami karakter masyarakat, dan hadirkan Polri yang humanis. Kinerja harus diiringi dengan loyalitas dan keikhlasan dalam pengabdian,” tegasnya.
Kapolres menutup amanatnya dengan mengingatkan seluruh jajaran agar menjaga nama baik institusi melalui disiplin dan kerja nyata.
“Setiap jabatan adalah amanah. Mari kita jaga dengan tanggung jawab moral dan profesional,” pungkasnya. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO