Buka konten ini

KAIRO (BP) – Harapan untuk perdamaian di Gaza kini bertumpu pada negosiasi antara Hamas dan Israel di Kairo, Mesir, yang dimulai pada Senin (6/10) waktu setempat. Selasa (7/10), menurut laporan dari Al Jazeera, negosiasi dilanjutkan setelah pertemuan hari pertama berlangsung positif.
Negosiasi hari pertama membahas 20 usulan dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk mengakhiri perang di Gaza. Para negosiator dari Israel maupun Hamas telah bicara meski tidak secara langsung.
Pembebasan Sandera
The Guardian menyebut, fokus utama negosiasi kali ini adalah pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas, pertukaran dengan tahanan Palestina di penjara Israel, serta penarikan sebagian pasukan Israel dari Jalur Gaza. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan harapan agar semua sandera Israel dapat dibebaskan dalam beberapa hari ke depan.
Negosiasi hari Senin diawali dengan pertemuan antara mediator Arab dan delegasi Palestina, disusul dengan sesi terpisah bersama delegasi Israel. Mediator dari Mesir dan Qatar kemudian akan merangkum hasil pertemuan tersebut sebelum berdiskusi dengan utusan AS, Steve Witkoff.
Butuh Waktu, Terjadi Perdebatan
Topik utama hari pertama perundingan adalah mekanisme pembebasan sandera, yang dalam rencana Trump ditargetkan terjadi dalam 72 jam setelah dimulainya gencatan senjata. Namun, pejabat Hamas menyatakan mungkin memerlukan lebih banyak waktu untuk menemukan sisa-sisa sandera yang terkubur di bawah reruntuhan.
Sementara itu, pembahasan mengenai tahanan Palestina yang akan dibebaskan masih menjadi perdebatan. Delegasi Palestina kemungkinan akan mengajukan nama-nama tokoh politik seperti Marwan Barghouthi, yang populer di Tepi Barat dan Gaza. Namun, tekanan dari anggota sayap kanan koalisi Netanyahu agar tokoh-tokoh tersebut tetap ditahan memperumit negosiasi.
Peringatan Dua Tahun Serangan ke Gaza
Di sisi lain, kemarin menjadi peringatan dua tahun dimulai konflik di Gaza. Dua tahun lalu, saat penutupan festival Yahudi Sukkot, Hamas melancarkan serangan senjata. Pejuang Palestina ini, menurut AFP, berusaha menerobos pertabasan Gaza-Israel. Suara tembakan, roktet, dan granat membuat 1.219 orang dari Israel meninggal dunia.
Pihak Israel memperingati insiden itu dengan puluhan kerabat dan teman dari mereka yang tewas menyalakan lilin. dan mengheningkan cipta di lokasi serangan Israel. Upacara peringatan juga digelar di Lapangan Sandera Tel Aviv.
Sebaliknya, kemarin sekaligus ditandai sebagai peringatan pro-Palestina dan terjadi di sejumlah negara. Seperti di Australia. Kota Bankstown di Sydney jadi pusat perayaan. Mereka prihatin karena korban tewas dari warga Palestina terus bertambah. Berdasar Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas, tercatat 67.160 orang yang tewas. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO