Buka konten ini

POLISI masih menyelidiki penyebab ambruknya tujuh unit ruko di Kompleks Devin Premier, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam. Insiden itu terjadi pada Jumat (3/10) sekitar pukul 14.00, sesaat setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Sejak Sabtu (4/10), tim penyidik Polsek Sekupang telah memeriksa tiga saksi, termasuk pemilik ruko yang terdampak. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami dugaan kelalaian dalam pembangunan struktur bangunan yang menyebabkan keruntuhan.
Kapolsek Sekupang, Kompol Hippal Tua Sirait, membenarkan adanya penyelidikan lanjutan terkait insiden tersebut. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun sejumlah penghuni mengalami kerugian material.
“Penyelidikan masih berlanjut untuk memastikan penyebab keruntuhan,” ujar Hippal, Senin (6/10).
Penyidik juga telah melayangkan surat pemanggilan kepada pihak pengembang untuk memberikan klarifikasi terkait konstruksi bangunan. Namun hingga Senin sore, pihak pengembang belum hadir dengan alasan tengah mengikuti rapat bersama Pemerintah Kota Batam.
“Besok (hari ini) baru hadir,” kata Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Iptu Riyanto.
Runtuhnya tujuh unit ruko itu sempat menggegerkan warga sekitar. Warga di kawasan Devin Premier, Marina, Sekupang, panik ketika bagian depan deretan ruko tiba-tiba ambruk pada Jumat sore. Satu unit sepeda motor yang terparkir di depan bangunan hancur tertimpa reruntuhan material.
Sri Wahyuni, salah satu warga, mengatakan saat kejadian masih ada dua pegawai laundry di dalam bangunan.
“Kami sempat takut mereka kejebak di dalam karena bagian depan sudah runtuh semua. Tapi ternyata dua orang itu keluar lewat belakang,” ujarnya.
Menurut ibu lima anak itu, bagian depan ruko merupakan area yang paling parah terdampak.
“Yang parah itu di teras depan. Dari kemarin sebenarnya sudah kelihatan retakannya,” katanya.
Sri mengaku sudah lama khawatir dengan kondisi bangunan di kawasan tersebut.
“Memang sudah retak sebelum roboh itu. Saya sering ingatkan anak-anak jangan main di bawah ruko. Takutnya ambrol, karena retakannya udah parah,” ucapnya.
Pantauan di lokasi, bagian depan tujuh ruko tampak hancur. Material semen dan besi berserakan di jalan, sementara kabel listrik bergelantungan. Atap spandek masih menempel, tetapi rangka plafon terlihat menganga. Pintu besi rolling door di bagian depan terlipat ke dalam akibat tertimpa reruntuhan, dan sebagian lantai depan ikut terangkat. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK