Buka konten ini

SEVILLA (BP) – FC Barcelona kehilangan puncak klasemen dan menelan kekalahan pertamanya di LALIGA musim ini pada jornada kedelapan kemarin (6/10). Kekalahan oleh tuan rumah Sevilla FC di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan itu pun terbilang memalukan karena skornya adalah 1-4.
Barca dengan 19 poin harus rela tergusur dari peringkat teratas oleh rival abadi, Real Madrid, yang lebih dulu menang 3-1 atas Villarreal CF sehari sebelumnya (5/10).
Kekalahan Barca bukan sekadar kedua secara beruntun. Pada Kamis (2/10) dini hari pekan lalu, skuad Hansi Flick keok 1-2 oleh Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Champions.
Kekalahan kemarin sekaligus yang paling telak di era kepelatihan Hansi atau dalam dua tahun terakhir.
Gagal Memanfaat kan Penalti
Tanpa pemain yang masih cedera seperti Lamine Yamal, Raphinha, Fermin Lopez, dan Gavi, Barca tampil inkonsisten di babak pertama. Sejak menit ke-13, gawang Blaugrana –sebutan lain FC Barcelona – sudah dibobol striker veteran Alexis Sanchez via penalti. Barca semakin tertinggal lewat gol Isaac Romero (36’).
Akan tetapi, Barca yang menipiskan keadaan melalui Marcus Rashford (45+7’) semestinya bisa membuat skor 2-2 seandainya Robert Lewandowski tidak gagal mengeksekusi penalti di menit ke-76. Los Nervionenses – sebutan Sevilla FC – akhirnya memenangkan laga berkat gol-gol telat Jose Angel Carmona (90’), dan Akor Adams (90+6’).
”Kami bermain buruk pada babak pertama dan babak kedua jauh lebih baik. Hanya, kami tidak cukup mengonversikannya menjadi skor akhir,” kata Hansi dikutip dari Mundo Deportivo.
Berdalih Kelelahan
Seperti dilaporkan Mundo Deportivo, ide garis pertahanan tinggi Hansi yang bergantung pada perangkap offside tidak berjalan sempurna.
Selain itu, Barca tampak kurang energi dan intensitas. Gelandang Frenkie De Jong mengeluh kekalahan akibat bermain tujuh laga dalam 21 hari. ”Aku pikir ini akumulasi dari kelelahan. Untuk sekadar mengejar bola terasa lebih melelahkan daripada hal lainnya,” kata penggawa timnas Belanda itu dikutip dari Tribuna.
Faktor lainnya adalah taktik entrenador Sevilla Matias Almeyda meniru strategi Rayo Vallecano maupun PSG. Yakni, dengan melakukan marking ketat kepada pemain lini tengah Barca. Rayo sebelumnya mampu menahan seri 1-1 Barca pada jornada ketiga LALIGA (1/9). ”Kami memaksa Barca untuk bermain lebih direct sehingga kami mampu mengantisipasinya,” kata Almeyda kepada Diario AS.
Terbantu Jeda Internasional
Nirmenang dalam dua laga terakhir bisa diputus Barca karena ada jeda internasional dua pekan ke depan. Artinya, Hansi punya waktu membenahi tim dan menunggu sederet pemain yang cedera untuk pulih. ”Jeda (internasional) memang bermanfaat. Pemain bisa menemukan atmosfer yang berbeda (saat membela timnas),” kata Hansi kepada Marca. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO