Buka konten ini

BINTAN (BP) – Jadwal keberangkatan kapal roll-on/roll-off (Roro) lintasan Tanjunguban–Telagapunggur kini dimajukan satu jam lebih awal. Jika sebelumnya kapal pertama berangkat sekitar pukul 07.00 WIB, kini mulai berlayar sejak pukul 06.00 WIB, dengan keberangkatan terakhir sekitar pukul 18.00 WIB.
Kebijakan baru ini disambut beragam oleh pengguna jasa penyeberangan. Sebagian merasa terbantu, terutama pelaku usaha ekspedisi yang bisa mengirim barang lebih cepat. Namun, ada juga yang kecewa karena jadwal malam akhir pekan—yakni pukul 19.00 WIB pada Sabtu dan 20.00 WIB pada Minggu—kini dihapus.
Dola, warga Toapaya yang rutin menyeberang menggunakan kapal Roro, menyambut baik keberangkatan lebih pagi. “Sekarang bisa menyeberang lebih awal, cocok untuk yang bawa barang atau urusan kerja pagi hari,” ujarnya.
Meski begitu, ia mengaku kehilangan jadwal malam di akhir pekan. “Sebelumnya kalau pulang agak malam dari Batam, masih sempat naik kapal pukul 19.00 atau 20.00. Sekarang sudah tidak ada. Saya harap jadwal malam di Sabtu dan Minggu bisa tetap dipertahankan,” katanya.
Harapan serupa disampaikan Dian, pengguna kapal lainnya. Ia menilai kapal Roro seharusnya beroperasi hingga malam karena mobilitas masyarakat di dua wilayah itu cukup tinggi. “Saya rasa sudah seharusnya kapal tetap beroperasi sampai pukul 19.00 WIB setiap hari. Tapi kalau dibatasi karena faktor cuaca ekstrem, ya itu bisa dimaklumi,” ujarnya.
Pihak ASDP Tanjunguban menjelaskan, perubahan jadwal ini merupakan keputusan dari Kementerian Perhubungan.
“Penyesuaian dilakukan karena ada kapal swasta yang kini juga melayani rute Tanjunguban–Telagapunggur,” ujar Sukma Nugraha, Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Senin (6/10).
Sukma menjelaskan, jadwal baru mengatur keberangkatan kapal dari Tanjunguban ke Telagapunggur setiap satu jam sekali, mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB, dengan total 13 trip per hari.
“Pagi hari kemarin cukup ramai, terutama kendaraan ekspedisi seperti truk sembako yang memanfaatkan kapal pertama,” katanya.
Menurut Sukma, keberangkatan pagi memang membantu kelancaran distribusi logistik. Namun, penumpang umum yang biasa kembali malam dari Batam pada akhir pekan kini harus menyesuaikan. “Kalau datang malam, sudah tidak ada jadwal kapal lagi,” ujarnya.
Meski demikian, Sukma membuka peluang adanya dispensasi ekstra trip, terutama pada masa libur panjang atau perayaan hari besar.
“Tapi harus diajukan terlebih dahulu,” pungkasnya. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO