Buka konten ini
ANAMBAS (BP) – Nama Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris Aneng, kembali mencuat di lingkaran politik nasional. Ia disebut-sebut masuk dalam daftar nama yang diusulkan Partai Demokrat untuk menduduki posisi Wakil Menteri (Wamen) dalam rencana reshuffle kabinet mendatang.
Usulan itu dikabarkan datang langsung dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). AHY menilai, kiprah Aneng sebagai kepala daerah menunjukkan rekam jejak kuat dan loyalitas tinggi terhadap partai berlambang mercy tersebut.
Aneng sendiri bukan wajah baru di Demokrat. Sejak awal berdirinya partai itu, ia dikenal aktif berbaur dengan para tokoh senior. Bahkan, sempat dipercaya memegang peran strategis di lingkungan Istana Negara dalam bidang komunikasi.
Namun di tengah ramainya isu reshuffle, Bupati Aneng justru dengan tegas menolak wacana dirinya diusulkan menjadi Wakil Menteri. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap fokus menyelesaikan masa baktinya sebagai pemimpin daerah di wilayah perbatasan Indonesia.
“Kemarin, waktu reshuffle sebelumnya, saya juga sempat ditawari jadi Wamen. Tapi saya tidak mau, karena sudah janji sama masyarakat untuk membangun Anambas,” tegasnya, Senin (6/10).
Menurut Aneng, Kabupaten Kepulauan Anambas masih membutuhkan perhatian serius, terutama dalam pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Anambas masih perlu sentuhan langsung. Saya ingin lihat sendiri perubahan itu terjadi di depan mata masyarakat,” ujarnya mantap.
Ia juga menegaskan, kedekatannya dengan sejumlah pejabat di tingkat pusat bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk memperjuangkan anggaran pembangunan daerah.
“Saya manfaatkan jaringan di pusat untuk menjolok anggaran sebanyak-banyaknya demi masyarakat Anambas,” kata dia yakin.
Bupati yang dikenal sederhana dan dekat dengan warganya itu menyadari, membangun daerah kepulauan tidak semudah membangun wilayah daratan.
Akses transportasi terbatas, biaya logistik tinggi, hingga minimnya infrastruktur menjadi tantangan yang harus ia hadapi.
“Kalau saya tinggalkan sekarang, artinya saya mengingkari janji yang dulu saya ucapkan di hadapan rakyat,” ucapnya. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO