Buka konten ini

BINTAN (BP) – Perusahaan peternakan dan pakan ternak, Japfa, kembali mengekspor ayam hidup ke Singapura, Senin (6/10) petang. Sebanyak 28.500 ekor ayam diberangkatkan melalui Pelabuhan Sri Payung, Tanjungpinang, dengan nilai ekspor mencapai 120 ribu Dolar Singapura.
Vice President Head and Feed Operations Sumatra Japfa, Anwar Tandiono, menjelaskan, pemilihan Pelabuhan Sri Payung bukan tanpa alasan. Menurutnya, pelabuhan di Tanjungpinang memiliki standar dan fasilitas yang lebih memadai dibanding pelabuhan lain di sekitar Bintan.
“Kita minta pelabuhan yang memiliki standar lebih baik. Karena di Bintan belum ada lokasi yang cocok, jadi sementara ini kita manfaatkan yang ada,” ujar pria yang akrab disapa Acai.
Meski begitu, Japfa tidak menutup kemungkinan untuk membuka jalur ekspor langsung dari pelabuhan di Bintan. Saat ini, pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan pemerintah daerah untuk menggunakan Pelabuhan Kota Segara di Tanjunguban sebagai lokasi ekspor berikutnya.
“Pelabuhan Kota Segara sedang dijajaki. Salah satu perusahaan ekspedisi juga sudah berkoordinasi dengan pengelolanya,” kata Acai.
Rencana ini juga disambut positif oleh Direktur Regent Group, mitra ekspedisi Japfa, Simon Pang. Ia mengungkapkan bahwa Regent Group berencana melakukan investasi fasilitas ekspor di Pelabuhan Kota Segara tahun ini.
“Rencana tahun ini kami investasi di sana, jadi tidak semua kegiatan ekspor harus lewat Tanjungpinang,” ujarnya.
Simon menambahkan, Pelabuhan Kijang tidak dipilih karena merupakan pelabuhan peti kemas, sementara waktu tempuhnya ke Singapura lebih panjang — sekitar 20 jam.
Sedangkan dari Pelabuhan Sri Payung Tanjungpinang hanya 10 jam, dan Kota Segara lebih singkat lagi, sekitar 7 jam.
“Kami sedang dalam tahap komunikasi dan akan menandatangani MoU. Kalau sudah selesai, pembangunan fasilitas segera dimulai di Pelabuhan Kota Segara,” jelasnya.
Ekspor ke Singapura kali ini merupakan pengiriman ketujuh oleh Japfa dari Kepulauan Riau. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO