Buka konten ini


SAGULUNG (BP) – Kondisi sejumlah ruas jalan di kawasan Batuaji dan Sagulung kian memprihatinkan. Aspal yang mengelupas, lubang besar, hingga genangan air terlihat di banyak titik, terutama di lokasi-lokasi yang kerap tergenang saat musim hujan. Air yang tak kunjung surut membuat jalan cepat rusak dan berbahaya bagi pengendara.
Pantauan Batam Pos di lapangan, beberapa ruas yang paling terdampak di antaranya akses menuju kawasan galangan kapal Seilekop, jalan menuju Pelabuhan Sagulung, serta jalan masuk ke Kaveling Baru. Hampir seluruh permukaannya dipenuhi pecahan aspal, genangan air, dan lumpur yang membuat pengendara harus ekstra hati-hati.
Kondisi ini diperparah dengan padatnya arus lalu lintas, terutama kendaraan berat yang setiap hari melintas membawa muatan ke kawasan industri dan pelabuhan. Beban kendaraan besar membuat jalan yang sudah rusak menjadi semakin parah.
Aidil, warga Batuaji, mengaku khawatir kerusakan yang meluas bisa menimbulkan kecelakaan. Ia berharap pemerintah segera melakukan perawatan rutin, bukan hanya menunggu hingga rusak parah.
“Kalau dibiarkan terus begini, makin lama makin parah. Harusnya ada perawatan rutin, jangan tunggu rusak baru diperbaiki,” ujarnya.

Camat Sagulung, Muhammad Arfie Eranov, membenarkan adanya kerusakan di sejumlah titik dan mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam. Ia berharap penanganan segera dilakukan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
“Kami terus memantau di lapangan dan sudah berkoordinasi intens dengan dinas terkait untuk penanganan,” ujarnya.
Tak hanya di Batuaji dan Sagulung, jalan rusak juga banyak ditemukan di wilayah Batuampar, misalnya di Jalan Duyung ke arah Pelabuhan Batuampar, Jalan Tamalatea menuju Markas Kodaeral IV Batam di Tanjungsengkuang, dan lainnya. Sementara di Batam Kota, jalan rusak bisa ditemukan di Jalan Gurindam dekat kantor BPJS Kesehatan, Jalan Laksamana Bintan, Seipanas dekat Simpang Gelael, dan lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, mengatakan perbaikan jalan berlubang di berbagai wilayah masih berjalan. Tim lapangan telah melakukan penambalan di sejumlah ruas sebagai langkah cepat sambil menunggu perbaikan permanen.
“Perbaikan jalan dengan sistem tambal masih terus bergerak. Kami tangani secara bertahap sesuai kondisi dan ketersediaan anggaran,” jelasnya.
Menurut Suhar, genangan air menjadi salah satu penyebab utama cepatnya kerusakan jalan di Batam. Karena itu, pihaknya juga menyiapkan program pembenahan drainase di titik-titik rawan banjir agar air dapat mengalir lancar dan tidak merusak lapisan aspal.
Masyarakat berharap program tersebut benar-benar terealisasi dalam waktu dekat. Selain memperbaiki jalan rusak, pembenahan saluran air juga penting agar persoalan yang sama tidak berulang setiap musim hujan. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : RATNA IRTATIK