Buka konten ini

Foto: MOHAMAD ISMAIL/BATAM POS
TANJUNGPINANG (BP) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memproyeksikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 mencapai Rp3,7 triliun. Namun, belanja daerah diperkirakan lebih besar, yakni sekitar Rp3,9 triliun.
Proyeksi tersebut disampaikan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dalam Rapat Paripurna DPRD Kepri terkait Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2026, di Gedung DPRD Kepri, Senin (6/10).
Ansar menjelaskan, pembiayaan daerah tahun depan diproyeksikan mencapai Rp231,55 miliar, sementara transfer dari Pemerintah Pusat diperkirakan sebesar Rp1,46 triliun. Jumlah itu menurun sekitar 26 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Kami harap melalui pembahasan KUA-PPAS ini, bisa dilakukan penyesuaian agar dana transfer yang berkurang tetap dapat dimanfaatkan secara optimal bagi pembangunan daerah,” ujar Ansar.
Ia menambahkan, KUA-PPAS APBD 2026 merupakan tahap awal penyusunan anggaran berbasis Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Fokus pembangunan Kepri tahun depan, lanjut Ansar, diarahkan pada penguatan ekonomi maritim, pengembangan industri unggulan daerah, serta pemerataan infrastruktur antarwilayah.
“Selain itu, reformasi birokrasi dan sinergi lintas sektor juga menjadi prioritas agar pembangunan berjalan lebih efektif,” katanya.
Ansar menegaskan, pembahasan KUA-PPAS bersama DPRD Kepri diharapkan segera rampung, sehingga nota kesepakatan APBD 2026 dapat ditetapkan tepat waktu.
“APBD harus menjadi instrumen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri,” pungkasnya. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GALIH ADI SAPUTRO