Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Batam tidak hanya sebatas proyek infrastruktur. Kawasan ini digadang menjadi pusat layanan terpadu yang akan mengubah wajah ekonomi nelayan di pulau-pulau.
Dengan fasilitas stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN), cold storage, pabrik es, hingga gerai peralatan melaut, KNMP diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan klasik yang selama ini membelit nelayan, mulai dari akses bahan bakar hingga pemasaran hasil tangkapan.
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, menyebut pembangunan KNMP saat ini berlangsung di tiga titik lokasi, yakni Pulau Kasu, Tanjung Banun, dan Sekanak Raya. Salah satunya di Tanjung Banun, lahan eks tambak udang kini telah ditimbun dan disiapkan untuk pembangunan fasilitas utama bagi nelayan.
“Nelayan mengharapkan KNMP bisa menjadi pusat layanan terpadu mulai dari bahan bakar, penyimpanan hasil tangkapan, hingga akses pemasaran,” ujar Yudi, Minggu (5/10).
Menurut catatan Dinas Perikanan, sedikitnya 1.364 nelayan dan 1.861 kepala keluarga akan merasakan manfaat langsung dari kehadiran KNMP. Keberadaan kawasan ini juga akan dikelola bersama Koperasi Desa Merah Putih, sehingga nelayan tak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian dari pengelola usaha.
“Melalui koperasi, unit-unit usaha seperti SPDN, cold storage, pabrik es, dan area pemasaran bisa dikelola lebih berkelanjutan,” jelasnya.
Antusiasme nelayan terlihat saat kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan beberapa waktu lalu. Mereka menaruh harapan besar agar KNMP mampu memotong rantai distribusi ikan, sehingga hasil tangkapan bisa lebih cepat sampai ke pasar dengan harga yang lebih baik.
“Alhamdulillah, masyarakat nelayan menyambut positif. Mereka melihat KNMP sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan,” kata Yudi.
Dengan fasilitas terpadu tersebut, Batam berpotensi memiliki model kampung nelayan modern yang bukan hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga pusat distribusi ikan segar untuk pasar lokal dan antardaerah. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK