Sabtu, 14 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Punya Bar Kopi dan Dapur Berkapasitas 7.000 Porsi

Pintu Masjid Sejuta Pemuda Terbuka 24 Jam untuk Musafir

Segala hal yang dipegang anak muda, hasilnya bakal beda. Seperti Masjid Sejuta Pemuda yang ada di Sukabumi. Sesuai dengan namanya, pengelola masjid ini adalah pemuda. Selain fungsi utama untuk salat berjemaah, masjid ini juga memiliki semangat menjadi pusat kegiatan masyarakat. Masjid Sejuta Pemuda hadir sebagai ruang terbuka bagi anak muda untuk beraktivitas sekaligus tetap menjaga ketaatan kepada Allah SWT. Masjid Sejuta Pemuda ingin tampil sebagai masjid barometer peradaban. Bukan semata dinilai dari besar dan megahnya bangunan. Tetapi dari bagaimana jamaah mampu memakmurkan masjid.

“Kita belajar dari Rasulullah SAW, bagaimana beliau menyelesaikan persoalan umat berawal dari masjid. Maka kami ingin mencontoh itu, menjadikan masjid sebagai pusat solusi, terutama bagi anak-anak muda,” jelas CEO Masjid Sejuta Pemuda, Dhias Akeyla, belum lama ini.

Untuk diketahui Masjid Sejuta Pemuda At-Tin berlokasi di Jalan Lamping, Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi. Area masjid berdiri di atas lahan sekitar satu hektare. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang demi kenyamanan jemaah dan pe­ngunjung.

Bangunan masjid ini tidak hanya berfungsi untuk ibadah. Tetapi juga dirancang sebagai ruang aktivitas sosial dan keagamaan. Fasilitasnya mencakup toilet dan tempat wudu yang bersih, bar kopi, serta aula indoor berkapasitas 80 orang untuk kegiatan kecil seperti pengajian. Di sisi lain, tersedia pula aula outdoor yang mampu menampung hingga 700 orang untuk acara besar semacam seminar atau tabligh akbar.

Masjid ini juga memiliki dapur umum yang setiap bulan menyiapkan sekitar 7.000 porsi makanan gratis. Program tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial agar jemaah, terlebih mereka yang membutuhkan, tetap bisa makan dengan tenang.

Untuk menunjang kreativitas anak muda, masjid juga menyediakan berbagai sarana. Seperti Creative Space, Media Center, hingga studio live streaming yang mendukung produksi konten dakwah digital. Ada pula lapangan futsal, kolam ikan, dan mini-market. Mereka juga berencana pembangunan pusat pendidikan sebagai bagian dari pengembangan fasilitas berkelanjutan.

Dhias menambahkan, semua fasilitas tersebut dirancang ramah bagi generasi muda agar mereka merasa betah di masjid. “Masjid ini tidak dikunci, terbuka 24 jam. Ada kopi bar, working space, lapangan badminton, hingga pelayanan musafir,” jelasnya. Konsepnya sederhana, tapi arahnya jelas. Yaitu masjid harus menjadi infrastruktur peradaban yang digerakkan oleh anak muda.

Lebih lanjut, Dhias berharap konsep ini menjadi pintu masuk untuk menarik anak muda mendekat ke masjid. Biasanya anak-anak muda mencari ruang ekspresi di luar. Tetapi mereka pindahkan itu ke masjid. ”Jadi saat azan, mereka bisa langsung beremaah. Itulah jembatan ketaatan yang kami bangun di Masjid Sejuta Pemuda,” tambahnya.

Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi menjadi salah satu destinasi yang dikunjungi 25 content creator dalam program Masjid Travelers 2025. Program ini digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) untuk mengeksplorasi masjid berdaya dan berdampak.

Masjid lainnya yang jadi lokasi kegiatan Masjid Travelers Kemenag adalah Masjid Istiqlal Jakarta sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara, serta simbol persatuan dan pusat pemberdayaan umat. Kemudian Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ), Tangerang Selatan, yang dikenal dengan Creative Hub, Baitul Mal, dan Muamalah untuk UMKM. Berikutnya Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur, masjid yang aktif mengembangkan pemberdayaan ekonomi umat.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag Arsad Hidayat mengatakan, kegiatan Masjid Travelers digelar 19–21 September 2025.
Kegiatan ini rangkaian dari Blissful Mawlid yang mengajak content creator untuk mengeksplorasi masjid-masjid di wilayah Jabodetabek dan Sukabumi.

Dia menekankan yang di eksplorasi terutama pada sisi yang menekankan penyebaran nilai-nilai kebaikan, kedamaian, keadilan, dan kemaslahatan. Arsyad mengatakan peserta terpilih telah melalui proses seleksi yang ketat. Menurutnya, program ini menjadi ruang kreatif generasi muda untuk menggali potensi dan multifungsi masjid. Sekaligus menyebarkan narasi positif di ruang digital.

“Melalui karya mereka, kita ingin mengedukasi publik tentang peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat yang berdaya dan berdampak, sekaligus ada sisi rekreatif dan edukatif bagi generasi Z,” ujarnya (20/9). Arsad mengungkapkan, para content creator memiliki peran strategis dalam memperluas jangkauan informasi positif.

“Konten yang mereka ciptakan dapat menjadi inspirasi masyarakat, menggerakkan untuk replikasi hal-hal baik,” jelasnya. Selain itu dapat memperkuat kecintaan generasi muda terhadap masjid. Dia menjelaskan masjid-masjid yang dieksplorasi itu bukan hanya ikonik. Tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu Kasubdit Kemasjidan Kemenag Nurul Badruttamam menambahkan kegiatan ini menjadi momentum lahirnya komunitas content creator yang peduli pada masjid. Kemenag ingin memantik lahirnya komunitas pembuat konten yang produktif dan inspiratif.

”Saya yakin, 25 content creator dengan ribuan followernya ini, akan menjadi pionir dalam menyebarkan narasi positif tentang masjid di ruang digital,” ujar Nurul. Dia menekankan bahwa masjid memiliki potensi besar yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial, budaya, ekonomi, dan pendidikan. (***)

Reporter : Hilmi Setiawan
Editor : Alfian Lumban Gaol