Sabtu, 14 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Film Jembatan Shiratal Mustaqim Angkat Isu Korupsi

Agus Kuncoro: Referensinya Melimpah di Indonesia

Agus Kuncoro mendapat pengalaman baru di dunia seni peran berkat karakter Alim Budiman yang diperankannya dalam film Jembatan Shiratal Mustaqim. Alim merupakan seorang pejabat sekaligus dalang koruptor bantuan bencana alam di salah satu desa yang terkena gempa bumi.

Namun, perangainya yang lembut dan religius berhasil membuat Alim menjadi sosok yang dikagumi masyarakat. Agus menuturkan, berperan sebagai koruptor bukan sesuatu yang sulit untuk dirinya. Sebab, sudah banyak referensi yang bisa dicontoh.
”Sangat mudah dan begitu banyak menemukan referensi korupsi di negeri tercinta ini untuk saya create menjadi sosok Alim,” kata Agus saat gala premiere di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan.

Saking banyaknya, dia mengaku harus pandai menyeleksi sosok koruptor yang ditiru dan paling mirip dengan Alim. Pasalnya, Alim merupakan tokoh fiktif yang diciptakan untuk film Jembatan Shiratal Mustaqim. Sehingga representasinya tidak boleh menjurus atau memojokkan salah satu pribadi.

”Kadang-kadang saya harus memilah-milah mana yang paling enak untuk dimainkan. Harus pandai-pandai menyam­paikan sesuatu karena nggak boleh terlalu verbal, nggak boleh membuat orang lain tersinggung juga. Itu pertimbangannya,” ujar Agus.

Dalam proses pendalaman karakter, dia juga berdiskusi secara intens dengan sang sutradara, Bounty Umbara. Walau sebetulnya, Agus juga diberi keleluasaan untuk membangun karakter Alim dan improvisasi. Perubahan-perubahan yang dilakukan dalam set pun dipastikan sudah mendapat persetujuan dari jajaran tim produksi.

”Ada lah beberapa dialog yang dirubah sedikit. Kalau pun berubah pasti saya berdiskusi dulu dengan sutradara atau penulis. Soalnya memang ada beberapa part yang ditambah atau kurangi,” papar Agus.

Di film Jembatan Shiratal Mustaqim, Agus beradu akting dengan Imelda Therinne, Raihan Khan, Mike Lucock, dan lainnya. Proyek garapan rumah produksi Dee Company itu mengangkat cerita tentang praktik korupsi yang terjadi di banyak negara, termasuk Indonesia.

Juga menyorot dampak buruk kehidupan yang dialami para keluarga koruptor. Film Jembatan Shiratal Mustaqim dijadwalkan tayang di bioskop tanah air mulai 9 Oktober mendatang. (*)

Reporter : JP GROUP
Editor : JAMIL QASIM