Buka konten ini
SOCHI (BP) – Presiden Rusia, Vladimir Putin, memperingatkan bahwa rencana pengiriman rudal jelajah Tomahawk buatan Amerika Serikat (AS) ke Ukraina bisa menyebabkan eskalasi besar. Selain itu, hubungan Rusia dengan AS akan terpengaruh.
”Akan memicu eskalasi baru yang kualitatif, termasuk dalam hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat. Meski, itu tidak akan mengubah situasi perang,” kata Putin dalam sebuah forum di kota resor terbesar Rusia, Sochi, seperti dilansir dari The Guardian.
Menurut Putin, meski Tomahawk berpotensi menimbulkan kerusakan bagi Rusia, pertahanan udara negaranya bakal cepat beradaptasi atas ancaman baru tersebut. Tomahawk dikenal mampu mencapai sasaran hingga 2.500 kilometer. ”Hal itu tentu saja tidak akan mengubah keseimbangan kekuatan di medan perang,” tegasnya.
Merespons ”Macan Kertas”
Putin sekaligus menanggapi pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menyebut Rusia sebagai ”macan kertas” karena kegagalannya mengalahkan tetangganya yang lebih kecil setelah lebih dari 3,5 tahun bertempur. Bagi Putin, Rusia telah menghadapi semua sekutu NATO yang mendukung Ukraina.
”Kami berjuang melawan seluruh blok NATO dan kami terus bergerak, terus maju, dan merasa percaya diri. Kami adalah macan kertas? Kalau begitu, pergilah dan hadapi macan kertas ini,” tuturnya.
Bahas Pakta Nuklir di Alaska
Dalam kesempatan itu, Putin juga membeberkan bahwa salah satu isi pertemuan dirinya dengan Trump di Alaska pada Agustus lalu adalah terkait perpanjangan pakta pengendalian senjata nuklir setahun lagi setelah habis per Februari lalu. Seperti diatur dalam Perjanjian New START 2010, setiap negara tidak boleh memiliki lebih dari 1.550 hulu ledak nuklir dan 700 rudal. ”Jika mereka tidak membutuhkannya, kami juga tidak membutuhkannya. Kami merasa yakin dengan perisai nuklir kami,” tegas Putin.
Tudingan Memecah Belah Eropa
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan negara-negara Eropa bahwa Rusia tengah berupaya meningkatkan agresinya. Zelensky mengaitkannya dengan pelanggaran wilayah udara oleh drone misterius di Denmark dan Jerman maupun serangan udara di Estonia dan Polandia yang diklaim dilakukan oleh Rusia.
”Moskow memiliki tujuan untuk memecah belah Eropa,” kata Zelensky. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : Putu Aryo Tejo