Buka konten ini
SAGULUNG (BP) – Harapan masyarakat Kecamatan Sagulung untuk memiliki fasilitas kesehatan baru akhirnya segera terwujud. Puskesmas Sei Pelunggut, Sagulungm yang dibangun Pemerintah Kota (Pemko) Batam sejak tahun lalu dijadwalkan mulai beroperasi pada Senin, 6 Oktober 2025, melalui tahap soft opening.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, memastikan seluruh persiapan telah rampung, mulai dari tenaga kesehatan hingga ketersediaan alat medis. “Senin kita operasionalkan secara soft opening,” ujar Didi, Jumat (3/10).
Ia menjelaskan, pembangunan Puskesmas Sei Pelunggut merupakan salah satu dari 10 proyek strategis Pemko Batam di sektor kesehatan. Sagulung dinilai sangat membutuhkan tambahan fasilitas layanan, mengingat kepadatan penduduk yang tidak sebanding dengan jumlah puskesmas.
“Saat ini di Sagulung baru ada dua puskesmas, yaitu Sei Langkai dan Sei Lekop, sementara jumlah penduduk diperkirakan mencapai 160 ribu jiwa,” jelasnya.
Mengacu pada standar World Health Organization (WHO), idealnya satu puskesmas melayani maksimal 30 ribu jiwa. Dengan jumlah penduduk saat ini, Sagulung seharusnya memiliki empat puskesmas. Namun, keterbatasan lahan dan anggaran membuat pembangunan dilakukan secara bertahap.
“Di wilayah padat penduduk seperti Sagulung, Batu Aji, dan Batam Kota, tantangan utama adalah lahan. Selain itu, anggaran juga membuat sejumlah proyek sempat tertunda,” tambahnya. Masyarakat Sagulung pun menyambut baik kehadiran puskesmas baru ini. Selama ini, mereka harus antre panjang di dua puskesmas yang sudah ada.
“Cukup kewalahan kami menjangkau puskesmas selama ini. Ke Puskesmas Sei Langkai atau Sei Lekop pasti ramai antrean karena semua warga mengarah ke sana, termasuk dari Tembesi. Kami berharap Puskesmas Sei Pelunggut bisa segera beroperasi agar pelayanan lebih dekat dan tidak berebutan lagi,” ungkap Mukhtar, tokoh masyarakat Dapur 12, Kelurahan Sei Pelunggut.
Dengan beroperasinya puskesmas baru ini, diharapkan pelayanan kesehatan masyarakat Sagulung menjadi lebih merata dan mengurangi beban dua puskesmas sebelumnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK