Buka konten ini
LINGGA (BP) – Limbah sabut kelapa yang selama ini kerap terbuang, kini disulap menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui program pelatihan di IKM Sentra Kelapa Desa Resang, Kecamatan Singkep Selatan, 20 pemuda tempatan digembleng mengolah sabut kelapa menjadi beragam produk rumah tangga dan kerajinan.
Pelatihan berlangsung selama 13 hari, sejak 22 September hingga 8 Oktober 2025, di bawah binaan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop UMKM) Kabupaten Lingga. Dari tangan peserta, lahir sapu, cocosheet, pot bunga, keranjang, matras babat, hingga keset kaki.
Plt Kadisperindagkop UMKM Lingga, Febrizal Taupik, menegaskan program ini bukan sekadar pelatihan, melainkan pendampingan serius agar produk IKM memiliki mutu dan daya saing.
“Pendampingan ini diarahkan agar karya yang dihasilkan bisa digunakan masyarakat, sekaligus dipasarkan lebih luas,” kata Taupik, Kamis (2/10).
Menurutnya, kelapa adalah komoditas unggulan Lingga dengan potensi besar yang belum tergarap maksimal. Produk turunan sabut kelapa terbukti memiliki nilai jual tinggi, baik di pasar domestik maupun ekspor.
“Harapan kami, sentra IKM kelapa ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus menambah PAD Kabupaten Lingga,” ujarnya.
Program ini fokus memberdayakan warga Desa Resang sebagai lokasi pengembangan. Selain mencetak produk bernilai, kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat citra Lingga sebagai daerah penghasil IKM berbasis kelapa yang berkualitas.
Dengan pendekatan tersebut, sabut kelapa yang dulu dianggap limbah kini justru membuka peluang usaha baru. Ke depan, pelaku IKM akan terus didorong mengembangkan inovasi produk agar bisa menembus pasar lebih luas. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO