Buka konten ini
BINTAN (BP) – Komisi III DPRD Kepulauan Riau melakukan peninjauan langsung ke dua lokasi tambang pasir resmi di Kabupaten Bintan, Kamis (2/10). Lokasi yang ditinjau yakni tambang PT Gunung Mario Lagaligo di Tembeling, Teluk Bintan, dan PT Graha Mandala Bintan di Galang Batang, Gunung Kijang.
Ketua Komisi III DPRD Kepri, Teddy Jun Askara, mengatakan kunjungan itu dilakukan untuk memastikan aktivitas tambang berjalan sesuai aturan dan izin yang telah diberikan pemerintah.
“Kami ingin memastikan perusahaan taat aturan. Kalau taat, perpanjangan izin tidak mungkin ditolak. Kalau melanggar, tentu akan dievaluasi lagi,” ujarnya didampingi Sekretaris Komisi III, Muhamad Najib.
Teddy meminta PT Gunung Mario Lagaligo segera melakukan penghijauan di area tambang karena izin operasi mereka akan habis pada 2026. Sedangkan kepada PT Graha Mandala Bintan, ia menegaskan agar perusahaan membangun bidang lahan (trap) setinggi dan selebar lima meter untuk mencegah longsor.
“Kami minta ini diperbaiki dalam dua minggu. Nanti akan kami evaluasi lagi,” tegasnya.
Kabid Pertambangan Dinas ESDM Kepri, Ade Fahmi, menambahkan pihaknya juga rutin melakukan monitoring dan evaluasi aktivitas tambang pasir di Bintan. “Hasil peninjauan ini akan kita evaluasi sesuai ketentuan peraturan dan perjanjian kerja,” katanya.
Humas PT Gunung Mario Lagaligo, Suparno, mengaku perusahaan sudah menyiapkan langkah pasca-tambang dengan pembibitan tanaman.
“Bulan depan kami mulai penghijauan kembali. Dulu pernah tanam bibit jengkol dan petai, tapi karena masih ada aktivitas tambang, lahan berubah dan tanaman tertimbun,” jelasnya.
Ia yang juga mewakili PT Graha Mandala Bintan menegaskan bahwa pembangunan trap di lokasi tambang menjadi keharusan demi keselamatan kerja.
“Keamanan kerja adalah prioritas kami. Saat ini trap sedang dikerjakan bersamaan dengan pelebaran,” ujarnya.
Suparno juga menyambut baik pengawasan yang dilakukan pemerintah dan DPRD. “Kunjungan ini positif. Kami bisa menyampaikan juga keluhan terkait maraknya tambang pasir ilegal yang harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO