Buka konten ini
NONGSA (BP) – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri mencatat penurunan angka tindak pidana di wilayah hukum Kepulauan Riau dalam tiga bulan terakhir. Turunnya kasus kejahatan terlihat pada sejumlah tindak menonjol, seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), hingga penipuan.
Dirkrimum Polda Kepri, Kombes Ade Mulyana, mengatakan kondisi ini menunjukkan hasil kerja sama semua unsur, baik jajaran kepolisian, forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda), maupun masyarakat yang semakin sadar pentingnya menjaga keamanan.
“Kasus menurun. Untuk data detail saya tidak pegang, tapi kasus menonjol seperti curat, curas, dan penipuan tercatat berkurang dalam tiga bulan terakhir,” ujar Ade, Kamis (2/10).
Selain kejahatan konvensional, Polda Kepri juga menangani kasus narkoba, kejahatan umum, dan kejahatan khusus. Meski begitu, tren keseluruhan kriminalitas tetap tercatat menurun.
Ade menegaskan, situasi kamtibmas yang kondusif menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi. Apalagi, Kepri kini menempati posisi ketiga sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi nasional.
“Keluhan masyarakat terhadap kamtibnas juga menurun. Ini harus terus kita jaga, supaya iklim investasi tetap kondusif dan investor merasa aman berkegiatan di Kepri,” tambahnya.
Kapolda Kepri, Irjen Asep Safrudin, juga mengimbau masyarakat berperan aktif menjaga stabilitas keamanan, khususnya di Kota Batam yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi wilayah.
Untuk meningkatkan pelayanan, Polda Kepri mengoptimalkan Hotline 110. Setiap laporan masyarakat langsung diteruskan ke polres terdekat untuk ditindaklanjuti.
“Begitu ada gangguan kamtibmas, operator akan mengarahkan petugas ke lokasi pelapor. Kami pastikan laporan masyarakat tidak diabaikan,” kata Ade.
Selain itu, Polda Kepri menggiatkan patroli, baik dari satuan samapta maupun reserse, guna mencegah tindak kriminal, terutama di kawasan rawan.
“Di Batam, wilayah Batuaji dan Sagulung masih masuk kategori rawan. Maka patroli terus kami tingkatkan di sana,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan menekan angka kejahatan tidak bisa hanya bertumpu pada kepolisian.
Dukungan seluruh elemen masyarakat tetap diperlukan agar stabilitas kamtibnas terjaga. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK