Minggu, 15 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Simpang Helm Akan Ditimbun Bulan Ini

DBMSDA Fokus Atasi Banjir di Ruas 200 Meter

BATAM (BP) – Ruas jalan di kawasan Simpang Helm atau Jalan Raja Isa, Batam, sudah lama menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras. Genangan air yang menutup badan jalan tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga membahayakan pengendara.

Menindaklanjuti kondisi itu, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam memastikan akan melakukan peninggian jalan di titik rawan tersebut. Kepala Bidang Bina Marga DBMSDA Batam, Dohar Hasibuan, menyebut pekerjaan penimbunan dijadwalkan mulai Oktober 2025 ini.

“Ya, Simpang Helm akan kita tinggikan karena memang sering banjir. Fokus di cekungan sepanjang 200 meter yang menjadi titik genangan. Nanti kita ratakan kedua sisi supaya air tidak lagi mengendap,” ujar Dohar, Rabu (1/10).
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya sedang merampungkan sejumlah perbaikan jalan rusak di beberapa lokasi Batam. Setelah selesai, alat berat langsung dipindahkan ke Simpang Helm untuk mempercepat pekerjaan penimbunan.

“Jadi nanti dikerjakan sekalian, antara perbaikan jalan dan timbunan, supaya tidak mengganggu pekerjaan lain,” katanya.
Peninggian jalan akan dilakukan bertahap agar tidak menimbulkan kemacetan panjang. DBMSDA juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar pekerjaan berjalan lancar.
“Intinya, Simpang Helm jadi prioritas kita tahun ini. Karena laporan masyarakat memang sering masuk soal banjir di sana,” tegasnya.

Hampir setiap hujan deras, Simpang Helm selalu tergenang hingga membuat pengendara melintas dengan sangat hati-hati. Kondisi itu menimbulkan antrean panjang kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore.

Sejumlah pengendara mengaku waswas setiap kali melewati jalan tersebut. Selain memperbesar risiko kecelakaan, sepeda motor kerap mogok karena mesin kemasukan air.
“Kalau sudah hujan deras, pasti banjir di sana. Kita harus ekstra hati-hati, takut jatuh.
Apalagi kalau motor mati di tengah jalan, makin bahaya,” ujar Roni, seorang pengendara yang rutin melewati ruas itu.

Dengan rencana penimbunan jalan, warga berharap banjir di Simpang Helm tidak lagi terulang.

Mereka juga meminta pemerintah memperhatikan saluran drainase di sekitar lokasi agar air hujan bisa mengalir lancar. (*)

Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK