Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Hujan deras disertai angin kencang mengguyur Kota Batam, Selasa (30/9) siang. Sejumlah titik di Batam Center tergenang, salah satunya di Jalan Raja Isa yang menghubungkan Mega Legenda, Legenda Malaka hingga Kawasan Tunas Industri.
Air bercampur lumpur menutup badan jalan hingga membuat arus lalu lintas tersendat.
“Air meluap dengan cepat, warnanya cokelat pekat. Kendaraan yang lewat harus ekstra hati-hati,” ujar Hidayat, warga yang melintas.
Arya, 40, pengendara mobil, mengaku terjebak banjir saat melintas di jalan pintas Mega Legenda menuju Kawasan Tunas Industri. Ia akhirnya memilih putar balik di ujung jalan yang masih aman. “Airnya deras dan berwarna cokelat. Air itu tidak masuk drainase, malah mengalir di jalan,” katanya.
Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Legenda Malaka. Arta, warga lain yang mencari jalan alternatif, mendapati banjir dengan ketinggian hampir menenggelamkan sepeda motor. “Motor pengangkut air galon macet. Orangnya kesusahan untuk keluar dari banjir,” ucapnya.
Arta kemudian beralih melalui Jalan Pemuda atau SMKN 2, lalu belok kanan ke arah Panasonic. “Alhamdulillah jalannya tidak banjir dan selamat sampai kantor di Orchard Park,” tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menyebut bahwa banjir masih menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi Batam dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, banjir juga menimbulkan kerugian materiil yang cukup besar. Oleh karena itu, pemerintah menempatkan program penanggulangan banjir sebagai prioritas bersama.
Li Claudia menjelaskan, Pemko dan BP Batam telah membentuk Tim Gabungan Penanggulangan Banjir. Tim ini melibatkan perangkat daerah teknis, unsur BP Batam, hingga aparat wilayah di tingkat kecamatan. Kehadiran tim gabungan ini menjadi bentuk sinergi baru yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.
Ia menyebut, strategi penanganan banjir dirancang dalam tiga tahap, yakni jangka pendek, menengah, dan panjang. Dalam jangka pendek, pemerintah fokus pada normalisasi sungai serta pembersihan saluran alami yang terhambat sedimentasi.
Untuk jangka menengah, pemerintah menyiapkan pembangunan saluran pembuangan baru ke laut, khususnya di kawasan padat seperti Mondial dan Bengkong. Selain itu, juga dipasang box culvert berukuran besar guna memperlancar aliran air ketika curah hujan tinggi.
“Selain melakukan normalisasi, kami juga melakukan pemasangan box culvert berukuran besar agar dapat mengatasi debit tinggi. Kami berharap, selain ada keterlibatan pengusaha, juga ada peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya pada saluran-saluran air,” ujar Li Claudia.
Persoalan banjir tidak bisa diselesaikan hanya dengan kerja pemerintah semata. Diperlukan dukungan penuh dari masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Kalau masyarakat ikut terlibat, kita optimis target dua tahun kondisi banjir di Batam lebih baik bisa tercapai,” katanya. (*)
Reporter : FISKA JUANDA, ARJUNA
Editor : RATNA IRTATIK