Buka konten ini

BATAM (BP) – Demam olah raga lari semakin merebak di berbagai kota besar Indonesia. Dari komunitas running yang tumbuh di media sosial hingga maraknya lomba lari bertema fun run dan marathon, aktivitas ini telah menjadi gaya hidup baru masyarakat urban.
Fenomena itulah yang tampak dalam gelaran MI-FunRun di kawasan Car Free Day di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Minggu (28/9). Lebih dari 700 peserta ikut berlari sejauh 5 kilometer, sekaligus memperingati Hari Pelanggan Nasional 2025.
Suasana pagi itu penuh energi, dengan peserta lintas usia berbaur di jalur bebas kendaraan sambil menikmati udara Jakarta yang lebih bersih.
Plt. Direktur Utama Mandiri Inhealth, Marihot H. Tambunan, menilai tren lari yang kini digemari masyarakat sejalan dengan kebutuhan menjaga kesehatan di tengah gaya hidup serba cepat.
“Kesehatan aset terbaik. Karena itu, momentum Harpelnas kami rangkai dengan kegiatan olahraga massal seperti lari, agar masyarakat terdorong menjadikannya bagian dari keseharian,” ujarnya di arena tersebut.
Data dari berbagai komunitas menunjukkan bahwa olahraga lari kini tidak lagi hanya dipandang sebagai aktivitas olah raga, melainkan juga medium bersosialisasi, melepas stres, dan menjaga kesehatan mental.
Hal itu pula yang menjadi sorotan dalam health talk bersama Ade Rai yang turut hadir dalam acara.
“Sehat investasi jangka panjang. Lari adalah olah raga sederhana, murah, tapi manfaatnya sangat luas untuk tubuh dan pikiran,” kata Ade Rai.
Kegiatan ini bukan hanya digelar di Jakarta. Sejak Juli, acara olahraga serupa juga berlangsung di Medan, Bandung, Surabaya, hingga Makassar.
Formatnya pun beragam, mulai dari zumba, poundfit, bulu tangkis, hingga fun run di ruang publik. Semua diarahkan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam tren hidup sehat yang makin menguat.
Direktur Operasional Mandiri Inhealth, Jenni Wihartini, menekankan pentingnya menyesuaikan kampanye kesehatan dengan tren yang disukai masyarakat.
“Tren lari yang berkembang di kota-kota besar menunjukkan bahwa olahraga bisa sekaligus menjadi gaya hidup. Karena itu, fun run kami hadirkan sebagai cara merayakan Hari Pelanggan Nasional sekaligus mengedukasi publik,” katanya.
Bagi masyarakat urban, Car Free Day kini tidak sekadar ruang rekreasi, tetapi juga panggung olah raga massal. Fun run menjadi salah satu simbol bahwa aktivitas sederhana bisa menjadi pemicu kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah tekanan hidup perkotaan.
Gelaran MI-FunRun tahun ini menegaskan bahwa perayaan Hari Pelanggan Nasional bisa lebih dari sekadar seremonial: ia bisa menjadi bagian dari tren olah raga lari yang sedang naik daun, dan sekaligus mendorong gaya hidup sehat yang lebih berkelanjutan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK