Buka konten ini

LONDON (BP) – Jose Mourinho jadi salah satu sosok penting dalam histori kejayaan di Chelsea. Dua periode bersama Mourinho (2004–2007 dan 2013–2015), Chelsea memenangi delapan gelar (tiga kali Premier League, tiga kali Piala Liga, dan masing-masing Piala FA dan Community Shield). Karena itu, kehadiran Mourinho di Stamford Bridge, markas Chelsea, selalu dinantikan.
Dini hari nanti (1/10), pelatih berjuluk The Special One itu ”pulang” bersama SL Benfica dalam matchday kedua fase League Liga Champions (siaran langsung beIN Sports 3/beIN Sports Connect/Vidio pukul 02.00 WIB).
Membangkitkan memori ketika para pemain Chelsea menangis saat Mourinho berpamitan pada periode pertamanya 18 tahun silam.
Bukan Sekadar Pelatih
Seperti yang diungkapkan winger Salomon Kalou tentang ”hari sedih” itu di Cobham, markas latihan Chelsea yang baru dua bulan diresmikan.
”Kami kehilangan bukan hanya seorang pelatih,” kata Kalou yang bermain untuk Chelsea pada periode 2006 sampau 2012.
”Dia adalah sosok yang hebat, seorang ayah, seseorang yang bersedia membantu dan berjuang untuk Anda. Alasan mengapa dia disebut ’Special One’ adalah karena dia memengaruhi orang-orang. Dia membawa sesuatu yang sangat istimewa bagi sebuah klub,” sambungnya.
Menepikan Nostalgia
Akan tetapi, nostalgia hanya urusan di luar lapangan. Di dalam lapangan, Mourinho akan berusaha mengalahkan Chelsea.
Mourinho tentu tidak ingin merasakan kekalahan pertama bersama Benfica (tiga laga sebelumnya berbuah dua kali menang dan sekali seri).
”Aku mencatatkan sejarah untuk Chelsea. Klub ini ada dalam sejarahku, dan aku berada dalam sejarah klub ini. Tetapi, inilah sepak bola. Mereka (Chelsea) ingin menang. Begitu pula aku,’’ beber pelatih kelahiran Setubal, Portugal, 62 tahun lalu itu di laman resmi UEFA.
Susah Menang di The Bridge, sejak terakhir membungkam Stamford Bridge pada second leg 16 besar Liga Champions 2009–2010 bersama Inter Milan, Mourinho sulit menang lagi di stadion yang biasa disebut The Bridge tersebut. Tujuh kali melawat bersama Manchester United dan Tottenham Hotspur, dia kalah lima kali dan seri dua kali.
Akan tetapi, tren negatif Chelsea, tiga laga kalah terus, ditambah krisis bek tengah, memberi angin segar bagi Mouriho. Tactician Chelsea Enzo Maresca makin pusing karena laga lawan pemuncak klasemen Premier League Liverpool FC sudah menanti akhir pekan nanti (5/10).
”Kami tidak pernah tidak bersemangat menghadapi setiap pertandingan,” tandas Maresca dilansir dari BBC. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO TEDJO