Buka konten ini

KYIV (BP) – Serangan rudal dan drone Rusia mengguncang Ukraina selama 12 jam pada Minggu (29/9). Sedikitnya empat orang tewas di ibu kota Ukraina, Kyiv. Salah satunya seorang anak perempuan berusia 12 tahun.
Militer Ukraina mencatat, serangan kali ini melibatkan 595 drone dan 48 rudal. Mayoritas berhasil ditembak jatuh, tetapi 31 drone dan 5 rudal lolos dan menghantam permukiman serta fasilitas sipil.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, sudah menghubungi Sekjen NATO, Mark Rutte; Presiden Finlandia, Alexander Stubb; dan PM Norwegia, Jonas Gahr Store. Dia juga mengumumkan Ukraina telah menerima sistem pertahanan udara Patriot buatan AS dari Israel, dan dua unit tambahan akan segera tiba.
“Moskow ingin terus berperang dan membunuh, dan pantas mendapatkan tekanan paling keras dari dunia,” ujarnya.
Dampak serangan itu ikut merembet ke Polandia. Negara tetangga Ukraina itu mengerahkan jet tempur dan menempatkan pertahanan udara dalam siaga tinggi setelah Moskow dituding berulang kali melanggar wilayah udara NATO.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, telah membantah bertanggung jawab atas serangan tersebut atau berencana menyerang negara NATO mana pun. (*)
Reporter : GALIH ADI SAPUTRO
Editor : MUHAMMAD TAHANG