Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Aksi penipuan dengan berbagai modus kembali marak terjadi di Batam. Salah satunya dengan berpura-pura meminta pertolongan, menanyakan alamat, atau arah jalan kepada calon korban yang baru dikenal.
Kasus serupa juga terungkap beberapa waktu lalu. Sepasang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok ditangkap polisi setelah menghipnotis korban dan menggondol uang serta barang berharga senilai Rp170 juta.
Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, mengimbau masyarakat agar lebih waspada. Ia meminta warga berhati-hati terhadap orang asing yang baru dikenal, terutama bila gerak-geriknya mencurigakan.
“Hati-hati dengan tipu daya orang yang tidak dikenal. Jika mencurigakan, segera menjauh atau minta pertolongan,” ujarnya, Senin (29/9).
Zaenal menambahkan, penipuan berbasis online juga kian marak. Modusnya beragam, mulai dari iming-iming hadiah, tawaran pekerjaan, hingga keuntungan berlipat.
“Pastikan dulu kebenarannya, jangan mudah tergiur meski diiming-imingi bayaran besar atau hadiah,” katanya.
Selain itu, modus lain adalah penawaran pembelian produk dengan harga sangat murah. Pelaku biasanya meminta PIN dan kode OTP. Kode tersebut kemudian digunakan untuk mencuri data pribadi korban dan mengakses rekening secara ilegal.
“Jangan pernah memberikan kode ke siapa pun. Jika ada pesan mencurigakan, segera laporkan dan blokir nomor WhatsApp yang mengatasnamakan aplikasi atau pihak tertentu,” tegasnya. (*)
Reporter : Yofi Yuhendri
Editor : RATNA IRTATIK