Buka konten ini

MADRID (BP) – Start sempurna Real Madrid dan Liverpool FC di liga domestik musim 2025/2026 akhirnya terhenti pada Sabtu (27/9) malam.
El Real dipermalukan 2-5 oleh rival sekota, Atletico Madrid, dalam jornada ketujuh LALIGA di Stadion Riyadh Air Metropolitano. Sementara itu, Liverpool menyerah 1-2 dari tuan rumah Crystal Palace di Selhurst Park pada matchweek keenam Premier League.
Atletico memastikan kemenangan lewat gol Robin Le Normand (14’), Alexander Sorloth (45+3’), Julian Alvarez (51’, 63’), dan Antoine Griezmann (90+3’).
Dua gol balasan Real dicetak Kylian Mbappe (25’) dan Arda Guler (36’). Adapun Liverpool hanya bisa memperkecil kekalahan melalui Federico Chiesa (87’) setelah lebih dulu tertinggal oleh gol Ismaila Sarr (9’) dan Eddie Nketiah (90+7’).
Aib Los Merengues Sejak 1975
Kekalahan dengan kebobolan lima gol dari Atletico menjadi noda hitam bagi Real. Catatan buruk itu terakhir kali terjadi 75 tahun silam, tepatnya pada 1950. Entrenador Real, Xabi Alonso, pun harus merasakan nasib serupa dengan pendahulunya seperti Carlo Ancelotti, Zinedine Zidane, Rafael Benitez, hingga Julen Lopetegui, yang sama-sama gagal menang pada debut Derbi Madrileno.
“Tidak ada alasan. Ini kekalahan yang pantas. Tim kami masih banyak kekurangan,” ujar Xabi, dikutip Mundo Deportivo.
“Kami kurang intensitas, sering kalah duel, dan itu bukan standar permainan yang dibutuhkan untuk laga sebesar ini,” lanjut pelatih yang belum sekalipun menang dalam tiga pertemuan dengan Diego Simeone.
Balasan Penalti Dua Sentuhan
Performa Julian Alvarez menjadi pembeda dalam laga derby. Striker timnas Argentina itu mencetak dua gol melalui eksekusi bola mati—penalti (51’) dan tendangan bebas (63’). Gol penalti Alvarez terasa spesial, seolah jadi “balasan” atas momen kontroversial musim lalu ketika ia gagal mengeksekusi penalti dua sentuhan melawan Real di Liga Champions.
“Pada akhirnya, setiap penalti adalah momen baru, permainan baru, dan kesempatan baru,” kata Alvarez kepada Diario AS.
Senjata Makan Tuan
Di Inggris, Liverpool justru tumbang karena gol telat—hal yang biasanya menjadi senjata andalan mereka musim ini. Gol Nketiah pada menit 90+7 membalikkan keadaan dan memberi Palace kemenangan.
Kekalahan ini membuat pelatih Arne Slot menaruh hormat pada lawan. “Sekali lagi, pujian untuk Palace. Ini bukan kali pertama kami kesulitan melawan mereka. Dari empat pertemuan terakhir, kami hanya sekali menang, sekali imbang, dan dua kali kalah. Itu menunjukkan betapa sulitnya menghadapi mereka,” ucap Slot, dikutip ESPN. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO