Buka konten ini

BENGKONG (BP) – Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan Perkumpulan Kekerabatan Masyarakat Bawean (PKMB) Kota Batam di ruang VIP Golden Prawn Bengkong, terlihat meriah, Minggu (28/9).
Ratusan warga Bawean yang bermastautin di Kota Batam dari semua kecamatan kompak hadir untuk memperingati lahirnya Nabi akhir zaman, Muhammad SAW sekaligus bersilaturahmi sesama warga Batam asal Bawean, Gresik, Jawa Timur. Rata-rata mereka membawa serta keluarga.
Ada yang unik dari acara maulidan tersebut. Yakni, hadirnya angkatan berkat yang menarik perhatian. Ember yang dihias sedemikian rupa dengan kertas warna-warni dan bunga, lalu diisi dengan berbagai macam makanan ringan dan berat dan minuman, jilbab, sajadah, hingga uang.
Ketua panitia Muhammad Syukri mengatakan bahwa angkatan ini merupakan tradisi warga Pulau Bawean yang tak hilang ketika mereka berada di tanah rantau. Di mana angkatan tersebut nantinya akan ditukar kepada warga lainnya. Sementara angkatan yang besar akan diberikan kepada tamu kehormatan sebagai bentuk penghargaan. Tahun ini, lanjut Syukri, ada 250 angkatan.
”Isi berkat itu aslinya berisi makanan khas Bawean. Misalnya rengginang, gudu-gudu, ayam sapit, bolu bakar, dan lain-lain. Tapi di Batam terbatas. saya lihat tadi yang ada cuma rengginang dan gudu-gudu,” ungkapnya.
Meski demikian, di lapak bazar UMKM di acara tersebut menyediakan kuliner khas Bawean, di antaranya semur tongkol.
Anggota DPRD Provinsi Kepri berdarah Bawean, Aman, mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus PKMB Kota Batam yang telah menyelenggarakan budaya relijius.
Menurutnya, budaya keagamaan ini merupakan tradisi yang bagus. Tidak hanya mendengar ceramah berisi perjuangan dan sunah Nabi Muhammad, tapi juga menampilkan seni budaya yang bernapas islami.
”Bagaimana kita mempunyai akhlak yang baik, kecerdasan emosional yang baik, sehingga menjadi orang-orang yang cerdas, yang santun, sehingga menjadi orang yang sukses di masa yang akan dating,” katanya.
Sementara itu, Ketua PKMB Kota Batam, Masrum, berharap dengan peringatan maulid ini bisa mewarnai dinamika sosial keagamaan di Kota Batam. ”Suri tauladan Rasulullah yang diwariskan kepada kita adalah panutan bagi umatnya. Sehingga kita menjadi orang-orang yang berakhlak mulia,” ucap Ketua I Baznas Kota Batam, ini.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah yakni Pemprov Kepri, Pemko Batam, dan para donatur. ”Tahun depan semoga semakin meriah. PKMB Batam berencana melaksanakannya di Alun-Alun Engku Putri. Dimana tidak hanya warga Bawean yang hadir, tapi juga warga Singapura dan Malaysia keturunan Bawean yang ikut berpartisipasi,” kata Masrum.
Penampilan pencak silat bawean, hadrah, dan selawatan, tampil bergantian untuk menyemarakkan acara. Sedangkan acara inti adalah mendengarkan ceramah dari Kyai Muhammad bin Kyai Abdullah Faqih Shodiq, pengasuh Pondok Pesantren Syafi’uts Syaqalain Pulau Bawean. (*)
Reporter : Azis Maulana
Editor : RATNA IRTATIK