Buka konten ini

MARC Marquez akhirnya resmi mengunci gelar juara dunia MotoGP 2025 setelah finis runner-up pada Grand Prix Jepang di Sirkuit Motegi, Minggu (28/9). Gelar itu menjadi trofi MotoGP ketujuh bagi Marquez, sekaligus gelar kesembilan sepanjang kariernya di semua kelas.
Pencapaian tujuh gelar tersebut menyamai torehan legenda MotoGP Valentino Rossi.
Marquez yang kini membela Ducati hanya tertinggal satu gelar dari rekor 500cc/MotoGP milik Giacomo Agostini.
Dengan usia 32 tahun, peluangnya menyamai bahkan melampaui rekor itu masih terbuka lebar.
Namun, lebih dari sekadar angka, gelar kali ini punya makna khusus. Marquez mengakhiri penantian panjang selama enam tahun atau tepatnya 2.184 hari sejak terakhir kali menjadi juara dunia pada 2019. Rentang waktu itu diwarnai cedera patah lengan di Jerez (2020) hingga performa motor Honda yang terus menurun (lihat grafis).
Tak heran air mata jatuh ketika ia merayakan gelar di Motegi. “Saya bahkan tidak bisa berkata-kata,” ucap Marquez dalam track interview usai balapan.
“Ini momen yang sangat sulit. Saya sempat membuat kesalahan dengan kembali balapan terlalu cepat setelah cedera, tapi saya terus berjuang dan akhirnya bisa menang lagi. Kini saya merasa damai dengan diri sendiri,” ujarnya.
Bagnaia: Semua Sorotan untuk Marc
Di Motegi, Marquez finis kedua dengan selisih 4,196 detik dari rekan setimnya, Francesco Bagnaia. Meski belum memenangi balapan, hasil itu sudah cukup. Sebab, ia hanya butuh finis dengan selisih tidak lebih dari tujuh poin dari rival terdekatnya, Alex Marquez. Kemarin, Alex hanya finis keenam.
Seusai balapan, Bagnaia mengaku enggan “mencuri panggung” dari rekan setimnya.
“Saya agak malu dengan situasi sekarang, tapi saya senang dengan akhir pekan ini. Saya juga senang untuk Marc, dan berharap bisa terus berjuang seperti ini di sisa musim,” tutur Bagnaia, yang mencatat kemenangan keduanya musim ini.
Masuk Deretan Comeback Terhebat
Kebangkitan Marquez kini disandingkan dengan deretan comeback terbaik dalam sejarah olahraga. Laman resmi MotoGP menyamakannya dengan kisah Niki Lauda di Formula 1 yang kembali menjadi juara dunia setelah selamat dari kecelakaan mengerikan pada 1976.
Kisah serupa juga dialami Michael Jordan yang kembali ke Chicago Bulls pada 1995 dan meraih tiga gelar NBA beruntun. Dalam tenis, ada Monica Seles yang bangkit usai insiden penikaman pada 1993 dan berhasil meraih Australian Open 1996 setelah absen dua tahun. Dengan gelar ketujuhnya, Marquez kini masuk jajaran legenda yang mampu bangkit dari keterpurukan dan kembali berdiri di puncak dunia. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO