Buka konten ini
BINTAN (BP) – Warga Kampung Tanjungtalok, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, terpaksa tetap menggunakan air yang ditampung meski di dalamnya ditemukan jentik nyamuk. Alasannya sederhana, mereka tidak sanggup membuang air itu karena krisis air bersih yang melanda wilayah mereka.
Ketua RT 001 RW 002, Bahir, menjelaskan kasus ini bermula ketika beberapa warga harus dirawat di rumah sakit akibat dugaan demam berdarah dengue (DBD). Laporan itu diteruskan ke Pemerintah Desa dan Puskesmas Teluk Sasah. Tim puskesmas lalu turun melakukan survei jentik ke rumah-rumah warga.
“Tim dibagi menjadi tiga kelompok dan menemukan jentik nyamuk di tempat penampungan air warga,” kata Bahir, Minggu (28/9).
Namun, saat petugas hendak membuang air tersebut, warga menolak. “Jangan dibuang, karena air susah,” ucap Bahir menirukan keluhan warganya.
Menurut Bahir, sumber utama air warga berasal dari sumur. Itu pun harus digunakan bergantian dengan 4 hingga 6 mesin pompa untuk satu sumur. Kondisi itu membuat kebutuhan air tidak terpenuhi. Akhirnya, warga terpaksa membeli air dari mobil tangki keliling seharga Rp50 ribu per tangki.
“Dalam sebulan, mereka bisa membeli sampai enam kali. Itu berarti Rp300 ribu hanya untuk air,” jelasnya. Ia berharap pemerintah turun tangan dengan membangun sumur besar atau tangki penampungan air, apalagi sudah ada warga yang bersedia menghibahkan lahan.
Kepala Tata Usaha Puskesmas Teluk Sasah, Abdul Rahim, membenarkan pihaknya telah menemukan jentik nyamuk di 18 rumah. Petugas sebenarnya meminta agar air dibuang, tapi warga keberatan. Sebagai solusi, air bisa dipindahkan ke wadah lain yang bersih, seperti ember, dengan memastikan jentik tidak ikut terbawa.
“Dinding tempat penampungan juga harus dibersihkan dulu sebelum diisi lagi, supaya telur nyamuk hilang,” ujarnya.
Rahim menambahkan, dari warga yang sempat dirawat di rumah sakit, hanya satu yang positif DBD. Sisanya mengidap penyakit lain seperti usus buntu. Ia menekankan, langkah pencegahan DBD yang paling efektif adalah pemberantasan sarang nyamuk, bukan fogging yang hanya membunuh nyamuk dewasa. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO