Buka konten ini

BATANG (BP) – Rumah tangga Mistono nyaris kandas akibat kesalahan vonis yang dilakukan RSUD Batang. Warga Desa Gondang, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah itu sempat dinyatakan mengidap HIV setelah mengeluh sakit saat buang air kecil pascaoperasi kencing batu. Belakangan diketahui, rasa sakit itu dipicu adanya selang sepanjang 30 sentimeter yang tertinggal di dalam tubuhnya.
Saat ditemui Jawa Pos Metro Pekalongan (JP Group) Jumat (26/9) sore, Mistono menceritakan kisahnya. Pria berusia 59 tahun itu mengaku kerap merasakan sakit luar biasa selama delapan bulan. Berbagai pengobatan sudah dijalani, tetapi keluhannya tak kunjung hilang.
“Pikirane penyakit kok ora mari-mari, kapan nyong mati ne,” ucapnya lirih.
Pada akhir 2024, Mistono menjalani operasi kencing batu. Tim medis berhasil mengangkat batu yang menyumbat saluran kencingnya. Namun, bukannya membaik, kondisi tubuhnya justru semakin memburuk. Setiap buang air kecil, urine bercampur darah dan nanah.
Keluarga sudah berkonsultasi dengan pihak RS, tetapi jawaban yang diterima tidak memuaskan. Tim medis RSUD Batang justru menyebut kondisi itu wajar pascaoperasi. Bahkan Mistono divonis mengidap HIV.
“Saat kontrol itu malah dikasih tahu sama perawat kalau saya kena HIV,” katanya.
Kabar itu membuatnya terpukul. Ia terpaksa mengonsumsi obat HIV/AIDS secara rutin hampir tujuh bulan. Hidupnya makin suram.
“Saya bingung, pusing, kencing keluar darah terus. Saya sempat berpikir, apa memang begini HIV itu,” tuturnya.
Tak hanya sakit fisik, Mistono juga menanggung beban mental. Hubungan rumah tangganya terguncang. Sang istri sempat curiga dirinya berselingkuh.
“Iya, namanya istri pasti curiga. Saya sampai dikucilkan, dicurigai main dengan wanita lain,” paparnya.
Kondisi rumah tangga berangsur membaik setelah ia menjalani tes laboratorium di RS lain. Hasilnya, Mistono dinyatakan nonreaktif HIV.
“Jadi hasil lab itu membantah vonis sebelumnya,” tegasnya.
Benda Asing 30 Sentimeter
Meski menahan sakit, Mistono tetap memaksakan diri bekerja, memanjat pohon nangka hingga memanen pisang. Namun karena rasa sakit tak tertahankan, ia meminta rujukan ke RS Siti Khodijah, Kota Pekalongan. Dari hasil pemeriksaan, dokter menemukan benda asing di dalam tubuhnya.
“Setelah USG baru ketahuan ada selang tertinggal. Dokter urologi bilang harus segera diambil. Setelah operasi pengambilan selang, saya langsung sehat normal kembali,” ungkapnya lega.
Selang sepanjang 30 sentimeter itu akhirnya berhasil dikeluarkan lewat operasi kedua. Kondisinya kini berangsur pulih, dan ia sudah kembali beraktivitas seperti biasa.
Minta Tanggung Jawab RS
Keluarga Mistono marah dan kecewa atas pelayanan RSUD Batang. Anak pertamanya, Yusro, menyebut sang ayah menjadi korban malpraktik akibat kelalaian medis.
“Sangat kecewa, bapak saya selama tujuh bulan menderita. Bukan hanya soal sakitnya, tapi juga dampak sosial yang dialami,” ujarnya.
Pihak keluarga berencana meminta pertanggungjawaban RSUD Batang. Mistono berharap tidak ada pasien lain yang bernasib serupa.
“Saya cuma ingin keadilan. Kalau memang salah, ya harus bertanggung jawab. Jangan sampai ada orang lain seperti saya,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Batang belum memberikan tanggapan terkait dugaan malpraktik tersebut. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO