Buka konten ini

VINH (BP) – Vietnam bergerak cepat menghadapi ancaman Topan Bualoi. Pemerintah menutup sejumlah bandara dan mengevakuasi ribuan warga pada Minggu (28/9). Langkah ini diambil hanya beberapa hari setelah badai yang sama menewaskan sedikitnya 10 orang serta memicu banjir besar di Filipina.
Bualoi tercatat membawa hembusan angin hingga 133 kilometer per jam pada pukul 17.00 waktu setempat. Harian milik negara, Thanh Nien, melaporkan badai itu diperkirakan mendarat di kawasan Vietnam tengah pada Senin (29/9) pagi sekitar pukul 08.00. Meski kecepatan angin diprediksi melambat saat mendekati pantai, otoritas cuaca tetap menyebut Bualoi sebagai badai dengan intensitas tinggi dan jangkauan luas.
“Ini badai yang bergerak hampir dua kali lipat lebih cepat dari rata-rata, dengan kekuatan besar dan area terdampak yang sangat luas,” ungkap badan prakiraan cuaca nasional.
Mereka memperingatkan, badai ini berpotensi memicu bencana berlapis: angin kencang, hujan lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga rendaman pesisir.
Diperkirakan hingga 600 milimeter hujan akan mengguyur provinsi-provinsi utara dan tengah sampai 1 Oktober. Ketinggian air sungai bisa naik hingga sembilan meter yang berisiko memicu banjir parah dan longsor.
Di Provinsi Ha Tinh, lebih dari 15.000 warga mulai dievakuasi. Ribuan pasukan pun disiagakan untuk membantu penanganan darurat. Sementara itu, warga Kota Vinh, ibu kota Provinsi Nghe An yang diproyeksikan menjadi lokasi pendaratan badai, tampak sibuk memperkuat rumah, menambatkan kapal, hingga menumpuk karung pasir di atap.
“Kami sudah rugi besar karena Topan Kajiki tahun ini dan belum pulih. Selama 20 tahun tinggal di sini, saya belum pernah merasa setakut ini,” ucap Bui Thi Tuyet (41), warga setempat.
Dampak badai juga melumpuhkan transportasi udara. Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam menghentikan operasi di empat bandara pesisir, termasuk Bandara Internasional Da Nang. Sejumlah jadwal penerbangan pun terpaksa diubah. Sekolah-sekolah di wilayah terdampak juga diliburkan mulai Senin, dengan kemungkinan diperpanjang bila kondisi belum membaik.
Hujan deras sudah lebih dulu memicu banjir di Hue dan Quang Tri. Dengan garis pantai yang panjang menghadap Laut Cina Selatan, Vietnam memang kerap menjadi jalur lintasan topan besar. Tahun lalu, Topan Yagi menewaskan sekitar 300 orang dan menimbulkan kerugian harta benda hingga Rp55,11 triliun. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO