Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Industri perbankan di Kepulauan Riau mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri melaporkan pertumbuhan kredit di wilayah ini mencapai 12,26 persen secara tahunan (yoy), jauh di atas rata-rata nasional 7,77 persen.
Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, mengatakan pencapaian tersebut sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi Kepri yang sebesar 7,14 persen, tertinggi di Sumatra. “Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Perekonomian Rakyat (BPR) juga tumbuh 14,89 persen, tertinggi di Sumatra,” ujarnya, Sabtu (27/9).
Hingga Juni 2025, total aset Bank Umum di Kepri tercatat Rp167,4 triliun atau tumbuh 11,34 persen (yoy), melampaui capaian nasional 6,43 persen. Sementara DPK perbankan mencapai Rp98,46 triliun, naik 10,73 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional 6,96 persen.
Di sisi lain, Non Performing Loan (NPL) perbankan Kepri turun menjadi 3,31 persen dari sebelumnya 3,84 persen pada Juni 2024. Kredit untuk sektor UMKM juga naik signifikan menjadi Rp14,39 triliun, tumbuh 14,6 persen (yoy).
Sektor perbankan syariah turut menunjukkan performa gemilang. Aset Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah (UUS) mencapai Rp16,19 triliun atau tumbuh 10,04 persen, melampaui rata-rata nasional 7,83 persen.
DPK syariah meningkat 7,19 persen menjadi Rp8,89 triliun, sementara pembiayaan melonjak 15,15 persen menjadi Rp11,1 triliun. Rasio pembiayaan bermasalah (NPF) berada di level 1,30 persen, lebih baik dari rata-rata nasional 2,24 persen.
Sektor BPR konvensional dan syariah juga mencatatkan pertumbuhan di atas nasional. Total aset menembus Rp12,69 triliun atau naik 14,22 persen, jauh lebih tinggi dibanding nasional 4,71 persen. Kredit tumbuh 19,88 persen menjadi Rp10,27 triliun, dengan NPL 6,42 persen, lebih rendah dari nasional 12,73 persen.
BPRS di Kepri pun mencatat kinerja positif. Total aset mencapai Rp366 miliar, naik 24,91 persen (yoy). DPK tumbuh 24,29 persen menjadi Rp220 miliar, sementara pembiayaan naik 19,15 persen menjadi Rp336 miliar. Rasio NPF berada di 7,05 persen, lebih baik dibandingkan rata-rata nasional 10,36 persen.
Menurut Sinar, capaian ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan di Kepri. OJK berkomitmen mendorong perbankan untuk terus memperluas akses pembiayaan, khususnya ke sektor prioritas daerah dan UMKM, sekaligus memperkuat perlindungan konsumen.
“Kami berharap perbankan di Kepri terus memberikan kontribusi optimal bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
Reporter : Azis Maulana
Editor : Jamil Qasim