Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Membeli apartemen adalah keputusan besar dan sangat personal, karena hunian ini akan menjadi bagian keseharian Anda. Selain kenyamanan, lokasi, dan fasilitas, faktor keuangan juga harus diperhitungkan matang-matang agar investasi dan kehidupan di dalamnya tidak memberatkan. Banyak pemula yang tergoda unit apartemen cantik atau harga promo, tapi tanpa riset dan perhitungan yang jeli sering kali berujung stres karena cicilan, biaya tambahan, dan toleransi anggaran yang keliru.
Melansir dari laman Asthana Kemang, langkah awal yang wajib dilakukan adalah menentukan anggaran Anda dengan jelas, termasuk simulasi cicilan, biaya IPL (iuran pengelolaan lingkungan), serta estimasi biaya bulanan lainnya. Sementara itu, Kementerian Keuangan menyebut bahwa pemula juga harus mempertimbangkan batas maksimal harga beli apartemen yang mampu ditanggung agar tidak terguncang keuangan.
Berikut 8 tips membeli apartemen untuk pemula agar keputusan Anda tepat dan tidak menyesal kemudian:
1. Tentukan Anggaran secara Menyeluruh
Hitung tidak hanya harga unit saja, tetapi juga biaya tambahan seperti biaya notaris, perpajakan, dan pengelolaan gedung. Simulasi cicilan dan IPL agar Anda tahu total biaya kewajiban bulanan.
2. Survei Lokasi dan Fasilitas Sekitar
Bisa datang langsung ke lokasi, lihat akses transportasi umum, mall, rumah sakit, sekolah, atau fasilitas umum lainnya. Lokasi strategis adalah salah satu faktor utama yang memengaruhi nilai apartemen di masa depan.
3. Perhatikan Ukuran Unit dan Layout
Pilih tipe unit (1 bedroom, 2 bedroom, studio) yang sesuai kebutuhan dan kenyamanan Anda dalam jangka panjang. Tipe unit yang lebih cocok dan efisien dalam penggunaan ruang akan lebih praktis dan mengurangi biaya tambahan.
4. Perhitungkan Biaya Operasional dan Pemeliharaan
Pastikan Anda tahu biaya IPL (iuran pengelolaan lingkungan), listrik, air, dan biaya pemeliharaan gedung. Biaya bulanan bisa menjadi beban jika tidak diperkirakan sejak awal.
5. Cek Track Record Developer dan Regulasi Legal
Periksa kredibilitas pengembang, apakah sudah berpengalaman dan transparan dalam pengelolaan proyek. Legalitas seperti sertifikat, izin pembangunan, serta surat perjanjian yang jelas sangat penting agar Anda terlindungi secara hukum.
6. Maksimalkan Opsi Pembiayaan
Bandingkan opsi pembayaran tunai keras, tunai bertahap, atau kredit kepemilikan apartemen (KPA). Gunakan yang paling sesuai kondisi keuangan Anda tanpa memaksakan diri ke dalam beban utang yang berat.
7. Pertimbangkan Nilai Investasi Jangka Panjang
Apartemen yang berada di lokasi berkembang atau dekat fasilitas publik biasanya akan meningkat nilainya. Pemula disarankan untuk mempertimbangkan potensi kenaikan harga dalam jangka panjang agar keputusan beli bisa jadi investasi.
8. Lihat Fasilitas dan Keunggulan Tambahan
Fasilitas seperti keamanan 24 jam, gym, kolam renang, taman, parkir, dan sistem manajemen gedung akan menambah kenyamanan sekaligus nilai jual ulang unit Anda. Unit dengan fasilitas lengkap cenderung diminati penyewa atau pembeli berikutnya.
Setelah memperhatikan semua poin tersebut, pastikan Anda melakukan perbandingan antara beberapa pilihan unit agar keputusan menjadi matang. Membandingkan harga, fasilitas, layout, serta segala biaya tersembunyi membantu Anda menghindari keputusan impulsif.
Negosiasi juga menjadi bagian penting, jangan segan bertanya tentang apakah developer memberi diskon, bonus fasilitas, atau potongan biaya administrasi. Transparansi dari developer mengenai apa yang termasuk dan tidak dalam harga jual sangat diperlukan agar tidak ada kejutan biaya setelah pembelian.
Membeli apartemen bisa menjadi langkah bijak jika Anda melakukannya dengan persiapan, riset, dan pemahaman terhadap semua faktor biaya dan kenyamanan. Dengan menggunakan tips-tips di atas dan merujuk pada sumber terpercaya, Anda bisa memilih unit apartemen yang sesuai kebutuhan, finansial, dan memberikan nilai investasi jangka panjang. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY