Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Kabar baik bagi talenta digital di Indonesia. Perusahaan raksasa Apple membuka Developer Academy yang kelima di Indonesia. Kampus Developer Academy terbaru berlokasi di Jakarta. Sayangnya pendaftaran untuk tahun pertama sudah ditutup.
Sama seperti Developer Academy di Indonesia, Apple menggandeng kampus lokal. Untuk Developer Academy yang kelima itu, Apple menggandeng Universitas Ciputra (UC).
Sehingga sudah ada dua Developer Academy dari Apple yang bekerjasama dengan UC. Sebelumnya yaitu untuk Developer Academy di Surabaya.
Kabar beroperasinya Apple Developer Academy di Jakarta itu, disampaikan Vice Rector for Student Affairs, Employability, and Industry Collaboration UC sekaligus Director Apple Developer Academy @UC Trianggoro Wiradinata. Dia mengatakan sebelumnya sudah ada empat Apple Developer Academy di Indonesia.
”Yaitu di BSD Serpong, Surabaya, Bali, dan Batam. Yang kelima ini di Jakarta, jadi yang terbesar di Indonesia,” kata Trianggoro dalam diakusi 19 Tahun Universitas Ciputra di Jakarta (24/9) malam. Dia mengatakan Apple Developer Academy di Jakarta berlokasi di kawasan Thamrin.
Dia menjelaskan saat ini pembangunan Apple Developer Academy di Jakarta sudah masuk tahap akhir. Rencananya mulai beroperasi antara Maret atau April Tahun depan. Sayangnya untuk pendaftaran peserta Apple Developer Academy 2026 sudah ditutup.
Trianggoro mengatakan pendaftaran baru ditutup 15 September lalu. ”Sekarang tahap seleksi,” kata dia. Jadi bagi yang berminat mendaftar, harus menunggu periode 2027 depan.
Untuk seluruh Apple Developer Academy di Indonesia, jumlah pendaftarnya sekitar 4.000 smpai 5.000 orang. Sementara itu kapasitasnya tidak terlalu banyak. Dia mencontohkan untuk Apple Developer Academy di Surabaya hanya menerima 100 orang.
”Ikatan pendidikannya 10 bulan,” jelasnya. Selama mengikuti proses pendidikan sekaligus pembuatan aplikasi itu, seluruh peserta mendapatkan uang saku. Besarannya sesuai dengan upah minimun daerah setempat.
Menurut dia banyak sekali manfaat yang bisa dikejar peserta Apple Developer Academy. Diantaranya yang paling diburu adalah produk aplikasi sebagai portofolio mereka. Nantinya, aplikasi tersebut bisa dijadikan nilai tambah jika peserta mencari pekerjaan atau membuka usaha sendiri.
Trianggoro mengatakan ada beberapa aplikasi karya peserta Apple Developer Academy yang menarik. Misalnya aplikasi untuk menyaring komentar dari live streaming penjualan barang.
”Waktu live streaming biasanya banyak percakapan. Percakapan yang penting kadang terlewat,” jelasnya.
Akibatnya tidak terbaca oleh si penjual yang sedang live streaming. Lewat aplikasi khusus, bisa disaring percakapan atau mention yang penting. Sehingga bisa meningkat potensi penjualan produknya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO